“KENDAL PERMATA PANTURA” TERWUJUD KARENA MAJUNYA DESA

  • 16 Nov
  • yandip prov jateng
  • No Comments

KENDAL ( Weleri ) – Dalam kegiatan “Bursa Inovasi Desa” Program Inovasi Desa Tingkat Kabupaten Kendal, Rabu (14/11/2018) di Lapangan Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri, Bupati Kendal dr. Mirna tak menduga dengan banyaknya desa yang telah maju di Kabupaten Kendal.

“Saya bangga karena di luar dugaan saya, desa maju di Kabupaten Kendal sudah cukup banyak. Ayo tingkatkan kualitas desa.  Namun saya yakin tanpa semangat serta kerja keras dari kades, perangkat desa, pendamping desa maupun masyarakatnya, desa yang maju tidak akan tercapai,” kata Bupati Mirna.

“Harapan saya dengan inovasi yang unik bisa menambah kesejahteraan masyarakat desa. Hal tersebut hendaknya bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan,” pinta Bupati.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Kepala Dispermasdesdukcapil Pemprov Jateng, Drs. Sudaryanto mengatakan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, SH, MIP angkat jempol atas prestasi desa – desa di Kabupaten Kendal. “Tinggal pengelolaannya harus tetap konsisten dilakukan dengan profesional dan baik,” katanya.

Menurutnya, inovasi desa harus dipublikasikan atau disebar ke masyarakat luas agar berdampak lebih baik untuk kemajuan desa antara lain produk – produk inovasi bisa dikenal publik sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat luas dan memberi keuntungan secara ekonomi.

“Teruslah berinovasi. Saat ini hebat belum tentu nantinya masih tetap hebat. Apalagi Kendal potensinya bagus, ada kawasan industri dan dilewati Tol. Semua harus dipersiapkan dengan baik. Asalkan untuk kemajuan masyarakat, saya akan dukung penuh,” kutipnya dari sambutan tertulis Gubernur Jawa Tengah.

Kepala Bapermas Pemdes Kabupaten Kendal Ir. Subaedi mengungkapkan, tujuan kegiatan Bursa Inovasi Desa yakni meningkatlan kualitas penggunaan Dana Desa kegiatan yang inovatif, mendorong ekonomi produktif di perdesaan dan membangun kualitas kesejahteraan masyarakat sesuai RPJMD.

“Setelah 3 tahun pelaksanaan Dana Desa ada yang perlu dicermati apakah mampu SDM mengelola Dana Desa per desa lebih dari Rp 1 milyar. Termyata hasilnya luar biasa,” terangnya.

Disebutkan, jalan desa mampu dibangun sepanjang 958 km sama dengan Jalan Daendels yang dibangun selama 3 tahun; srana air bersih1481 titik; 253 bangunan drainase; 382 unit jembatan; 108 unit fasilitas kesehatan antara lain pos kesehatan desa; 3 perpustakaan desa; 759 MCK; 554 unit Tempat Pembuangan Sampah dan 26 unit jaringan listrik.

Diungkapkan, 2018 Kabupaten Kendal sudah bebas dari desa tertinggal. 2 desa dari 8 desa mandiri masuk jajaran 100 desa maju di Indonesia ( Nawangsari dan Karnagdowo Kec Weleri. Selain itu 1 desa inovatif larangan miras ( Bringinsari Sukorejo ), Desa Tambaksari Rowosari DEsa Inovatif Ekonomi, Desa Gondang dan LImbangan sebagai desa pelopor lingkungan ( Proklim ). ( Kominfo / heDJ )

Berita Terkait