REMBANG – Kapolda Jawa Tengah mengimbau pihak Polres Rembang untuk membuat peta potensi konflik di wilayah masing-masing. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi kerawanan terkait penyebaran Covid-19.
“Mulai sekarang buat peta potensi konflik di wilayah masing-masing. Di Polda nanti akan saya buat Crisis Center yang dikelola oleh Karo Ops,” kata Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Pol Ahmad Luthfi saat melakukan kunjungan ke pos pengamanan (Pos Pam) Operasi Ketupat Candi (OKC) 2020 dan Pos Terpadu Covid-19, di Jembatan Timbang Sarang Desa Temperak Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Selasa (26/5/2020).
Selain itu, kapolda juga menyampaikan langkah-langkah yang harus dilakukan polres jika terjadi perubahan status menjadi merah I, II atau III.
Menurutnya, jika suatu daerah dinyatakan merah I, di mana menandakan Covid-19 merajalela, maka Kasatwil harus melakukan inventarisasi. Antara lain menyiapkan tempat pemakaman, sarana prasarana pendistribusian barang dan orang. Yang terpenting, petugas kepolisian harus dilengkapi alat pelindung diri (APD), karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Dibutuhkan kerjasama dengan Pemprov atau Pemda bersama dengan rekan-rekan TNI. Seluruh jajaran akan bergerak bersama dalam menghadapi Covid-19,” terang Kapolda
Ditambahkan, ketika naik menjadi merah II, maka gudang sembako, bank-bank dan PDAM harus diamankan. Lakukan upaya preventif, pengamanan di tempat-tempat sentral masyarakat.
“Dan ketika menjadi merah III, maka diberlakukanlah Sispam kota, gunanya untuk memotong masyarakat lain yang masuk ke wilayah kita, karena dimungkinkan wilayah kita kaya sumber alam. Juga gunakan Sispam Mako (sistem pengamanan markas komando),” jelasnya.
Kapolres Rembang dalam paparanya yang diwakili Kabag Ops Polres Rembang Kompol Yohan Setiajid menyampaikan, penyekatan di Kabupaten Rembang dilakukan mulai 1 April. Untuk Pos Pam setiap harinya dijaga oleh 21 anggota secara bergantian. Sementara kendaraan yang masuk ke daerah Jawa Tengah sejumlah 1.711 unit kendaraan.
“Untuk personel pengamanan melibatkan 2.500 personel terdiri dari personel Mako Polres, BKO Brimob dan Samapta Polda, serta Instansi terkait,” terang Yohan di depan Kapolda Jawa Tengah.
Ditambahkan, di Rembang ada dua rumah sakit yang menjadikan rujukan Covid-19, yaitu RSUD dr R Soetrasno dan RS Bhina. Namun apabila overload, Pemkab Rembang sudah menyediakan tempat di Gedung Haji.
Penulis : Kontributor Humas Rembang
Editor : Di, Diskominfo Jateng
