CILACAP – Festival Nelayan tahunan di Cilacap bukan hanya tradisi sedekah laut masyarakat pesisir, melainkan juga sebagai ajang promosi pariwisata untuk menggerakkan ekonomi masyarakat setempat. Kegiatan itu berlangsung pada Senin-Selasa (6-7 Juli 2026).
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cilacap, Budi Narimo, mengatakan Festival Nelayan telah berkembang menjadi agenda wisata unggulan yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
“Festival Nelayan tahun ini diawali dengan ziarah ke Karang Bandung, dilanjutkan kirab Jolen Tunggul menuju Pendopo, tasyakuran kelompok nelayan, hingga puncaknya berupa kirab jolen dan prosesi larung. Seluruh rangkaian kami kemas sebagai daya tarik wisata sekaligus pelestarian budaya,” ujarnya.
Menurut Budi, Festival Nelayan 2026 juga diramaikan Expo dan Bazar UMKM di Alun-alun Cilacap pada 6–11 Juli serta Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Cilacap pada 8 Juli 2026. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memperpanjang lama kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, sektor perhotelan, kuliner, dan jasa di Kabupaten Cilacap.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menyampaikan apresiasinya kepada seluh penyelenggara acara, termasuk warganya yang berprofesi sebagai nelayan, pelaku UMKM, komunitas seni.
“Semoga event tahunan ini bisa semakin dikembangkan melalui kolaborasi dan sinergi seluruh unsur pentaheliks sehingga dapat menjadi agenda budaya dan pariwisata yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan membanggakan Kabupaten Cilacap”, ungkapnya, di Pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap.
Sebagai informasi, Festival Nelayan merupakan agenda budaya tahunan yang memiliki makna penting bagi masyarakat pesisir. Bukan sekadar tradisi turun-menurun, acara ini juga menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan atas rejeki dari hasil laut sekaligus sebagai doa dan harapan agar para nelayan senantiasa memperoleh keselamatan dan keberkahan dalam menjalankan aktivitasnya di laut. Lebih dari itu, selain memiliki nilai budaya dan spiritual, Festival Nelayan juga memiliki peran strategis dalam mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Cilacap.
Prosesi kirab jolen dan larung sedekah laut dari Pendopo Wijayakusuma Cakti menuju Pantai Teluk Penyu menjadi puncak Festival Nelayan 2026. Sepanjang rute kirab, masyarakat memadati sisi jalan untuk menyaksikan arak-arakan budaya yang menjadi salah satu tradisi terbesar masyarakat nelayan Cilacap.
Iringan kirab diawali oleh Jolen Tunggul milik Pemerintah Kabupaten Cilacap sebagai simbol persatuan masyarakat nelayan. Selanjutnya, arak-arakan diikuti jolen milik Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) serta delapan jolen dari kelompok nelayan Pandanarang, Donan, Sidakaya, Pelabuhan Perikanan Cilacap (PPC), Sentolokawat, Lengkong, Tegalkatilayu, dan Kemiren.
Jolen-jolen tersebut dihiasi hasil bumi, aneka ornamen, dan sesaji sebagai ungkapan syukur atas hasil laut sekaligus doa agar para nelayan senantiasa memperoleh keselamatan saat melaut. Prosesi kemudian ditutup dengan pelarungan jolen di perairan Teluk Penyu.


Penulis: Dn, Kominfo Cilacap
Editor: Tn, Dinas Komdigi Jateng
