Dongkrak Hasil Panen Petani, Bupati Temanggung Gelar Sayembara Produktivitas Cabai

11 September 2025
Yandip Prov Jateng (2)

TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung menggulirkan inovasi di sektor pertanian, dengan menggelar Sayembara Produktivitas Cabai 2025–2026. Bupati Temanggung, Agus Setyawan memprakarsai lomba yang diikuti 192 peserta itu, sebagai ikhtiar diversifikasi ekonomi, sekaligus upaya meningkatkan produktivitas cabai Temanggung yang telah dikenal di pasar nasional.
“Hadiahnya pakai uang pribadi, karena keprihatinan, saya anak petani, maka lomba ini tidak mau membebani APBD, khusus untuk lomba cabai. Salah satu program kita adalah diversifikasi ekonomi, diversifikasi itu tidak harus mengonversi, karena cabai kita Temanggung di pasar Indonesia sudah dikenal, karena ketahanan dan tingkat pedasnya luar biasa,” ujarnya, usai menghadiri Technical Meeting Sayembara Produktivitas Cabai 2025-2026, Kabupaten Temanggung , di Pendopo Pengayoman, Selasa (9/9/2025).
Acara yang diikuti 192 peserta ini selain kompetisi, juga bertujuan agar ke depan petani bisa menanam cabai dengan baik dan benar, supaya produktivitas semakin meningkat. Sayembara ini, sekaligus menjadi cara agar harga pokok produksi petani untuk tanaman cabai bisa diminimalkan.
“Apa pun semuanya harus kita dasari, bagaimana caranya agar harga pokok produksi petani untuk tanaman cabai, bisa diminimalkan. Kita berharap dengan sayembara ini dapat mencari pola, upaya, atau teknik bagaimana bisa menanam cabai, SOP tanam cabai yang baik, menanam cabai dengan murah, tetapi hasilnya maksimal,” terangnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto menuturkan, kriteria penilaian salah satunya adalah dalam satu batang pohon bisa menghasilkan dua kilogram cabai. Sayembara diikuti petani, kelompok tani dari berbagai kecamatan yang ada, kecuali Bejen, karena memang bukan daerah penghasil cabai.
“Memang rata-rata sekarang satu pohon menghasilkan 0,8 kilogram, tapi Pak bupati menghendaki produktivitas cabai digenjot sampai dua kilogram. Prinsip kami berusaha. Tujuannya kami ingin mendapatkan good agriculture practice, atau tata cara budidaya cabai yang baik,” tuturnya.

Penulis: Ary;Sv;Ekp
Editor: WH/DiskominfoJtg

Skip to content