BUPATI MAGELANG PIMPIN  UPACARA HARI KESAKTIAN PANCASILA

  • 03 Oct
  • dev_yandip prov jateng
  • No Comments

MUNGKID-Pada Satu Oktober, rakyat Indonesia yang ingat akan merayakan hari kesaktian Pancasila. Hari ini dikukuhkan sebagai pengingat bahwa meski ada upaya pemberontakan, penggantian idiologi negara, tapi Indonesia masih tetap kukuh sebagai bangsa yang satu dan berdaulat. Satu Oktober bagi banyak orang juga hari di mana keganasan Partai Komunis Indonesia melalui usaha coup bisa diakhiri.

Untuk mengingat semua itu Pemerintah Kabupaten Magelang melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Yang digelar di halaman Setda Kabupaten Magelang, Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP menjadi inspektur upacara ini, sedang Komandan Upacara Kapten Adi Sanyoto, Komandan Rayon Militer (Danramil) Salaman.

Upacara dimulai pukul 07.40 WIB, Senin (2/10). Pukul 07.59 WIB, Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP memasuki lapangan upacara.  Dengan  mengenakan setelan jas warna hitam dengan dasi warna merah. Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Bupati Magelang.

Sementara itu, Pembaca  naskah pembukaan UUD 1945dilakukan oleh Didik Kristia Sofian, S.Kom, M.Sc. Kepala Bidang Tata Ruang dan Pengembangan Wilayah dan Infrastuktur pada Bappeda dan Litbangda  dan Pembaca Ikrar oleh Yoga Agung Wardani, S.T, M.Eng Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik pada Diskominfo.

Selain PNS dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang, peserta upacara juga diikuti oleh siswa/wi , gerakan pramuka, hansip, TNI dan Polri.

Meskipun acara berlangsung singkat dan sederhana, upacara berlangsung khidmat dan tertib, terlebih pada saat mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin, S.IP selaku inspektur upacara.

“Sudah menjadi kewajiban kita melaksanakan momentum ini agar kita semua dapat memaknai kesaktian pancasila,” ungkap Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP..

Seperti diketahui bahwa  ditetapkannya hari Kesaktian Pancasila setelah adanya upaya pemberontakan agar ideologi diubah menjadi komunis ditandai dengan gerakan radikal G30S/PKI

Sekedar mengingat kembali Foundhing Fathers telah memnentukan Pancasila adalah dasar Negara falsafah berbangsa dan bernegara dalam sidang PPKI tanggal 20 tahun 1945 yang tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

Namun patut dipahami bahwa sebagai abdi negara telah menjadi kewajiban untuk terus menjadi garda terdepan menjaga keutuhan Pancasila. “Patut kita pahami bahwa perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara pasca reformasi terbilang bebas, namun kita sebagai generasi bangsa mesti tetap menjaga keutuhan NKRI dengan dasar Pancasila tetap terjaga,”tandasnya.**) Widodo Anwari

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn

Berita Terkait