Bupati Klaten Sambung Rasa di Desa Pakisan, Warga Kenalkan Torakur

02 October 2026
Yandip Prov Jateng (2)
Bupati Klaten Sambung Rasa di Desa Pakisan, Warga Kenalkan Torakur

KLATEN – Inovasi olahan pangan Torakur (Tomat Rasa Kurma) asal Desa Pakisan, Kecamatan Cawas, dikenalkan dalam kegiatan Sambung Rasa, Kamis (01/10/2026). Produk itu menjadi salah satu potensi unggulan desa yang menarik perhatian, melalui olahan tomat dengan cita rasa manis menyerupai kurma.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, turut mencicipi Torakur atau Tomat Rasa Kurma, produk olahan tomat yang dikembangkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mulya Makmur.

“Rasanya mantap, kurma tapi tomat,” ujar Hamenang, saat mencicipi produk tersebut.

Hamenang menyampaikan, kegiatan Sambung Rasa dilaksanakan secara bergiliran, dari desa ke desa dan dari kecamatan ke kecamatan. Melalui kegiatan itu, pemerintah daerah berupaya membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi dan mengetahui berbagai potensi yang dimiliki setiap wilayah.

“Insyaallah pelan-pelan kita selesaikan permasalahan di desa, sekaligus menyerap aspirasi, memberikan bantuan, menghadirkan berbagai macam unit pelayanan, cek kesehatan dan perizinan, dan lainnya. Harapannya dengan sambung rasa, masyarakat yang jauh dari kantor pelayanan di kabupaten, bisa mengakses lebih mudah dan dekat,” jelasnya.

Selain menjadi wadah dialog, Sambung Rasa juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk unggulan di wilayah. Salah satu potensi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah Torakur, produk olahan tomat yang dikembangkan KWT Mulya Makmur.

Ketua KWT Mulya Makmur, Sulis, menjelaskan, kelompoknya tidak hanya memproduksi Torakur, tetapi juga mengembangkan sayuran tanpa pestisida sebagai produk unggulan.

“Produk unggulan kami adalah sayuran tanpa pestisida. Untuk produk olahan, kami punya Torakur, tomat rasa kurma. Ketika harga tomat sedang murah, kami mengolahnya menjadi Torakur, agar nilai jualnya lebih tinggi,” jelasnya.

Sulis menambahkan, proses pembuatan Torakur diawali dengan mencuci tomat hingga bersih, kemudian membuang bijinya. Tomat selanjutnya direndam menggunakan air kapur sirih, ditiriskan, lalu dimasak bersama gula hingga airnya menyusut. Setelah itu, tomat dijemur hingga menjadi produk olahan dengan cita rasa manis menyerupai kurma.

“Rasanya manis seperti kurma, pemasarannya online dan saat bazar pada setiap acara. Bisa pesan melalui WA 082243955451 dan rencana ke depan jualan lewat tiktok. Harganya Rp20 ribu per kemasan 200 gram,” pungkasnya.

Penulis : ttr-kominfo/klt
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng

Mascot Padhang
Skip to content