Wasit Harus “Fair”, Atlet Mesti Sportif

Semarang – Suara Rian Ekky Pradipta atau Rian d’ Masiv mengalun merdu di Lapangan Pancasila, Selasa malam (12/9). Lirik lagu “Jangan Menyerah” yang didendangkan oleh band ibukota itu seolah menjadi suntikan penyemangat bagi para atlet pelajar dari 34 provinsi yang hadir pada Opening Popnas XIV Tahun 2017 Jawa Tengah itu. Mereka siap bertanding pada 21 cabang olahraga resmi dan empat cabang olahraga eksibisi.

Ketua Umum PB Popnas XIV/2017 Jateng Dr Ir Sri Puryono KS MP menerangkan, terdapat 6.200 atlet dan official dari 34 provinsi di Indonesia yang mengikuti kompetisi olahraga nasional tingkat pelajar yang berlangsung pada 10 hingga 21 September mendatang. Dalam pelaksanaannya, koordinasi rencana pelaksanaan kegiatan dengan berbagai pihak terus dimatangkan sehingga nantinya dapat berjalan lancar hingga Popnas berakhir.

“Kami juga melibatkan 190 panitia daerah, 784 dewan hakim, wasit, juri dan seribu petugas pelaksana pertandingan cabor,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menyampaikan terima kasih karena Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi telah memberikan kepercayaan kepada Provinsi Jawa Tengah sebagai tuan rumah Popnas XIV/2017. Mantan anggota DPR RI itu berharap, Popnas dapat benar-benar berfungsi sebagai tolok ukur kompetensi para atlet pelajar dari masing-masing cabor.  Sehingga memudahkan proyeksi prestasi mereka pada kompetisi olahraga mendatang.

“Kalau dari pelajar ini kita bisa mengerti bibit-bibit yang bagus, kita tinggal proyeksikan di masing-masing cabor. Mudah-mudahan mereka mentalnya mental juara. Ini bisa kita jadikan kader-kader atlet profesional,” jelasnya optimis.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu berpesan, agar wasit berlaku adil kepada seluruh atlet. Atlet pun harus menunjukkan perilaku sportif. Sebab, makna pertandingan tidak hanya diukur dari capaian kemenangan. Di balik pertandingan, ada semangat persaudaraan yang mesti dijunjung.

“Wasit harus fair, atlet harus sportif. Yakinlah di balik kompetisi ada persaudaraan. Di situ ada NKRI yang mesti dijaga, ada silaturahmi karena kalian bertemu dengan saudara-saudara dari seluruh Indonesia. Dengan olahraga ini karakter akan kita tunjukkan dengan sportivitas yang luar biasa,” pesannya.

Ganjar menuturkan, penyelenggaraan Popnas di beberapa kabupaten/ kota di Jateng tidak hanya membangkitkan dunia olahraga. Namun juga membuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif setempat bergeliat. Dia meminta, panitia Popnas bisa mengajak para atlet bertamasya dan berbelanja cinderamata di Jateng.

“Para atlet/ official ajaklah piknik agar mereka nanti yang menang tambah bahagia. Bisikkan kepada mereka bahwa kemenangan yang nanti berdampak pada keluarnya bonus, belanjakanlah mulai sekarang dengan membelikan oleh-oleh di Jawa Tengah. Itu wujud cinta mereka kepada daerahnya masing-masing,” ujarnya sembari tersenyum.

Senada dengan Ganjar, Menpora Imam Nahrawi menerangkan, Popnas menjadi ajang untuk mengukur sejauh mana kematangan mental dan kompetensi atlet.

“Kita harus mencari seluas-luasnya atlet-atlet potensial ke seluruh desa, bahkan sekolah-sekolah untuk pada saatnya bisa menjadi atlet hebat yang mampu membawa nama Indonesia di single event ataupun multi event. Untuk juri wasit, perintah Pak Gubernur tadi harus dilaksanakan. Kalian mesti jujur, tidak berpihak, kecuali berpihak kepada yang benar,” tegasnya

 

Penulis : Ar, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn