Wanita Dituntut Jadi Anggota Dewan yang Cerdas

Surakarta – Menjadi seorang anggota dewan mesti memiliki bekal wawasan yang luas, berwawasan kebangsaan, dan cerdas. Sehingga mereka segera bisa “berlari” bersama eksekutif. 

Asisten Deputi Kesetaraan Gender bidang Politik Hukum dan Pertahanan Keamanan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, DR Darsono, menyampaikan pembekalan kepada anggota dewan, termasuk DPRD provinsi maupun kabupaten/ kota, penting diberikan. Dengan begitu mereka akan dapat mengerti tugas pokok dan fungsinya.

“Pascapemilu akan kita bekali bagaimana seorang perempuan menjadi anggota dewan. Model sudah kami siapkan. Antara lain bagaimana kemampuan anggota dewan untuk membaca APBD yang disampaikan oleh kepala daerah.  Jadi cerdas, tepat, memahami. Jangan datang, lholak lholok, duit atau DLLD. Malu,” katanya dalam acara Pelatihan Peningkatan Kapasitas Politik bagi Perempuan Bakal Calon Legislatif pada Pemilu 2019 di Provinsi Jawa Tengah di Hotel Royal Heritage, Selasa (13/9).

Dengan pembekalan yang diberikan, imbuh Darsono, diharapkan seorang anggota dewan, khususnya anggota dewan perempuan, bisa segera melaksanakan tugas-tugas yang menjadi amanah rakyat. Di samping memberi pembekalan setelah menjadi anggota dewan, Kementerian PPA sebelumnya juga memberikan pelatihan dari tahap persiapan menjadi calon, saat menjadi calon, dan cara memenangkan suara. Pada tahun ini, para caleg perempuan juga diberikan materi mengenai sistem pemilu 2019 yang berbeda dengan sistem pemilu 2014.

“Sistemnya berbeda dengan pemilu 2014, terutama konversi suara yang menjadi kursi. Kalau tahun sebelumnya model kuota hare (menggunakan bilangan pembagi pemilih), sekarang presidential treshold (sebesar 20 persen kursi DPR). Jadi ibu-ibu harus paham sehingga bisa menyusun strategi. Jangan terlalu susah payah, tapi memperoleh suara minimal dan dapat kursi di DPR, DPRD,” terangnya.

Fasilitasi yang diberikan Kementerian PPA bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi Jateng, menurut Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP sangat baik. Terutama materi mengenai sistem baru pemilu. Sehingga, ketika akan mencalonkan diri, para caleg perempuan itu tahu cara menghitungnya.

“Mengawal proses teknis pemilu yang nanti berakhir pada berapa hasil perhitungan suaranya dan bagaimana cara mengonversi ke kursi jadi penting diomongkan pada calon-calon anggota legislatif, khususnya yang perempuan,” tuturnya.

Ganjar menambahkan, karena sistemnya sudah sangat individualis-pragmatis, maka setting agenda yang dibuat para masing-masing calon harus jelas. Program yang disampaikan tidak perlu besar dan muluk-muluk, tapi langsung bisa menyentuh masyarakat.

“Karena masyarakat trennya butuh disentuh secara emosional. Butuh kedekatan-kedekatan, butuh figur-figur. Sekarang harus mau menempatkan dirinya, memosisikan dirinya menjadi istimewa dibanding yang lain,” katanya seraya memberi tips.

Ganjar juga berharap, fasilitasi yang diberikan Kementerian PPA dan Dinas DPPPA Dalduk Jateng, bisa menjadi pendorong bagi para perempuan untuk berani mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Sehingfa kuota keterwakilan perempuan di parlemen sebesar 30 persen dapat terpenuhi.

 

Penulis : Rt, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn