Tambah Modal Syaratnya “Kudu Nyaur”

Kebumen – Sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) merupakan salah satu motor penggerak perekonomian di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah. Untuk peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM, Pemprov Jateng memperluas akses pembiayaan bagi para UMKM.

Sampeyan-sampeyan yang punya usaha dan ingin maju, bisa mengajukan kredit Mitra Jateng 25 ke Bank Jateng. Syarat utamanya cuma kudu nyaur, jangan ditinggal kabur,” ujar Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP saat dialog program “Ngopi Bareng Gubernur” bersama masyarakat di Desa Krakal, Kecamatan Alian,  Kabupaten Kebumen, Rabu (13/9) malam.

Kontribusi sektor UMKM terhadap pemerintah pun semakin meningkat. Sebab, selain mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, juga berperan strategis dalam menanggulangi pengangguran dan kemiskinan. Namun untuk merintis ataupun mengembangkan usaha, seringkali pengusaha terganjal keterbatasan dana.

Mendengar tawaran orang nomor satu di Jawa Tengah itu, para peserta dialog yang terdiri dari berbagai komponen masyarakat tersebut antusias tertarik mengajukan kredit tanpa agunan dengan bunga hanya tujuh persen per tahun. Mulai dari pedagang kamera, minuman kesehatan instan hingga kecap berniat meminjam kredit Mitra Jateng 25.

Salah satunya Ahadi, pelaku UMKM warga Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen. Produsen kecap itu mengaku butuh pinjaman dana modal untuk mengembangkan usahanya.

“Saya butuh pinjaman kredit untuk membeli bahan baku kecap. Sudah ada permintaan dari konsumen di luar daerah, tapi belum bisa memenuhi karena terkendala modal,” pinta Ahadi, produsen kecap asli Kebumen.

Demikian pula Wahyuni, produsen minuman kesehatan instan yang produknya telah merambah Jakarta dan Sumatera itu, mengaku usahanya semakin berkembang berkat pinjaman kredit Mitra Jateng 25. Pemasaran yang dilakukan secara online melalui media sosial tersebut mampu umendongkrak permintaan sehingga pendapatan meningkat.

“Saya sudah menikmati dana pinjaman untuk mengembangkan usaha. Alhamdulillah sekarang produksi dan permintaan meningkat,” katanya.

Selain masalah permodalan UMKM, dalam dialog tersebut gubernur juga mendengarkan sekaligus mencari solusi tentang berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Antara lain usulan warga tentang penerapan kurikulum bencana di sekolah, saluran irigasi rusak, kelangkaan gas tiga kilogram di daerah Alian, dan sebagainya.

 

Penulis : Mn, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humaa Jateng

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn