Tak Hanya Ilmu Agama, Ponpes pun Bisa Kembangkan Jamu 

Kebumen – Produk jamu di Indonesia, masih menduduki urutan ketiga dunia, setelah China dan India. Padahal, Indonesia memiliki bahan baku jamu yang luar biasa. Karenanya, masyarakat termasuk pondok pesantren, dapat mengembangkan potensi tersebut.

“Juara kita cuma juara tiga. Yang pertama China, disusul India. Masak Indonesia nggak bisa. Apa sih yang ditanam di sini nggak hidup. Masalah saja ditanam subur,” katanya seraya berseloroh saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Al Huda Jetis, Rabu (13/9).

Dengan kekayaan bahan baku jamu di Indonesia, semestinya menjadi peluang industri jamu untuk menduduki ranking pertama. Karenanya, Ganjar meminta, para santri selain belajar ilmu agama, juga perlu belajar life skill. Dari life skill tersebut, bisa saja membantu menyelesaikan persoalan-persoalan, seperti kasus jamu di tersebut.

Ditambahkan, pekerjaan rumah (PR) pondok pesantren saat ini semakin berat karena bangsa Indonesia semakin mendapat tekanan dari banyak arah, bahkan dari dalam sendiri. Maka, menurut gubernur, pondok pesantren punya peran besar dalam membantu membentuk karakter anak-anak bangsa.

“Saya yakin betul pondok pesantren menjadi tempat pembentukan karakter. Wau melampah dhateng mriki santrine mboten wantun mirsani Pak Kiai. Pasti nunduk. Tradisi menghormati. Hormat pada kiai, orang tua, cinta bangsa dan negara itu mesti melekat, “pesannya

 

Penulis : Rt, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn