Siswa pun Minta Nasihat Terhindar dari Korupsi

Semarang – “Belakangan ini banyak kasus korupsi. Dan kita nanti kelak cita-citanya akan menjadi orang besar yang akan mengatur proyek-proyek besar dan dana-dana besar. Apa nasihat bapak untuk menghindari ketidakjujuran dan korupsi?”

Pertanyaan tersebut disampaikan Mikhael, siswa baru SMA Negeri 3 Semarang, kepada Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP saat pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) di SMA Negeri 3 Semarang, Senin (17/7). Pertanyaan dari Mikhael ini dilontarkan sebagai bentuk keprihatinan atas banyaknya kasus korupsi di Indonesia dan juga bentuk kegelisahan jika nantinya generasi muda akan terjerumus dalam tindak pidana korupsi. Sehingga dia meminta nasihat agar bisa menghindari.

Gubernur Ganjar pun menjawab, hal yang pertama dilakukan untuk menghindari korupsi adalah meningkatkan kejujuran. Dia mencontohkan pejabat dan PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mulai melaporkan harta kekayaan masing-masing. Setelah itu baru dibuat sistem yang transparan dan akuntabel yang tidak mempertemukan orang agar tidak terjadi transaksi-transaksi yang mengarah pada tindak pidana korupsi. Terakhir adalah penegakan hukum yang dilakukan oleh para penegak hukum jika masih ada yang berbuat korupsi.

“Kita mulai dari hal yang kecil, kita mulai dari kejujuran dan apa adanya. Setelah itu membangun sistem yang semakin transparan dan akuntabel,” beber mantan anggota DPR RI ini.

Ganjar berpesan agar para siswa terus meningkatkan integritas karena kejujuran merupakan hal yang utama dalam pendidikan. Melalui kejujuran yang diterapkan sejak dini negara Indonesia akan semakin maju karena memiliki generasi muda yang bertalenta dan berkarakter kuat.

Integritas tersebut juga diterapkan dalam PPDB serentak kemarin dengan mencoret 162 calon peserta didik baru yang memalsukan syarat untuk dapat diterima di sekolah pilihan. Pencoretan ratusan siswa ini tidak diprotes oleh para orang tua karena sudah disosialisasikan, dan para orang tua pun menyadari telah bertindak tidak jujur.

“Pendidikan harus dimulai dengan integritas yang tinggi. Maka kalian yang sudah masuk kita doakan untuk menjaga integritas dengan baik agar Indonesia bisa maju,” harap gubernur.

Di era digital di mana banyak anak sudah memegang smart phone,  Ganjar juga menekankan agar mereka dapat mengedepankan kebersihan hati dan logika berpikir dalam menyikapi informasi maupun tontonan yang didapat melalui gawainya. Sehingga tidak mudah terjerumus dalam perilaku negatif, seperti pornografi, narkoba, dan radikalisme yang sangat mudah diakses melalui smart phone.

Pengenalan lingkungan sekolah (PLS) yang diadakan selama tiga hari, dari 17-19 Juli ini, diharapkan benar-benar menjadi media pengenalan siswa, seperti lingkungan sekolah, dan cara belajar mengajar. Kegiatan itu bisa juga diisi dari pihak luar sekolah, misalnya materi mengenai tertib berlalu lintas, antiradikalisme, antinarkoba, budi pekerti, maupun kebudayaan, sehingga mereka bisa menjadi generasi penerus yang berkarakter dan berintegritas tinggi.

“Saya memimpikan belajar yang menyenangkan dengan metode-metode mutakhir yang membuat anak-anak akan rindu untuk ke sekolah, bukan terpaksa ke sekolah,” pungkasnya.

 

Reporter : Kh, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn