“Rest Area” Tingkir Mulai Ditumbuhi Minimarket Dadakan

Salatiga – Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi meninjau kesiapan akhir sejumlah ruas tol menjelang mudik lebaran 1438 H, Senin (19/6). Menempuh ruas tol Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 km itu pihaknya berhenti di Rest Area Sementara Tingkir, tepatnya di KM 49+300.

Berdasarkan pantauan, di rest area yang mampu menampung kurang lebih 250 kendaraan tersebut, posko mudik dan toilet umum sudah didirikan. Sejumlah kios dan “minimarket dadakan” sudah mulai menjajakan makanan dan minuman, serta kios bahan bakar minyak Pertamina.

General Manager Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng Prayudi menerangkan kepada wakil gubernur, pihaknya sudah memersiapkan strategi agar tidak terjadi kemacetan di sekitar Rest Area Tingkir saat menjelang buka puasa. Terlebih, sejak resmi dibuka pada Minggu (18/6) lalu, terjadi peningkatan volume kendaraan. Hingga petang kemarin terpantau kurang lebih 11 ribu kendaraan sudah melintasi exit Tol Tingkir.

Keluar dari exit Tol Tingkir, Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko memantau jalan kabupaten di sekitarnya. Meski lebarnya enam meter, jalan tersebut kondisinya baik untuk dilalui. Mantan Bupati Purbalingga itu menegaskan, selain ruas jalan kabupaten, ruas-ruas jalan provinsi juga sudah siap dilalui sebagai jalur alternatif mudik.

“Kita punya jalan-jalan provinsi yang siap melapis jalan-jalan nasional. Di samping juga ada jalan kabupaten seperti exit Tol Tingkir itu. Jalan kabupaten sudah bagus jalannya, tapi ke depan memang perlu dilebarkan. Itu masih enam meter lebar jalannya. Badan jalan tujuh meter, bahu jalan kanan kiri masing-masing dua meter, tetapi belum untuk menyongsong lebaran ini. Paling tidak untuk lebaran ini kondisi jalan sudah bagus dan ada rekayasa lalu lintas,” terangnya.

Heru dan rombongan pun melanjutkan peninjauan menuju ruas Tol Solo-Ngawi. Posko mudik Ngasem menjadi titik henti berikutnya. Di ruas Tol Solo-Ngawi itu, terdapat lima posko mudik dan lima rest area yang didirikan tiap sepuluh kilometer. Dua set CCTV dipasang di Ngasem dan Widodaren untuk memantau arus lalu lintas selama mudik dan arus balik.

Di Rest Area Kemiri KM 21, Heru melihat rambu-rambu larangan merokok dan menyalakan ponsel di sekitar area penjualan BBM berukuran kecil. Rambu-rambu tersebut dinilainya tidak efektif untuk memberikan peringatan kepada pemudik yang hendak mengisi BBM.

“Rambu-rambu dilarang merokok ini terlalu kecil. Perlu dipasang papan yang besar dan disiarkan melalui megaphone agar pemudik berhati-hati saat hendak mengisi BBM,” pesannya.

 

Penulis : Ar, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn