Rapatkan Barisan, Perkuat NKRI

Semarang – Istighosah sebagai salah satu wahana berkumpul bagi umat Islam tidak hanya untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kepada Allah SWT namun juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Sehingga jiwa nasionalisme masyarakat dan umat Islam pada khususnya dapat terus dipertebal demi menghadapi permasalahan bangsa yang masih sangat banyak, seperti korupsi, narkoba, terorisme, intoleransi, dan radikalisme.

 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah melalui Sekda Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP pada acara Istighosah Rutin Mujahadah Qubro yang diselenggarakan Pondok Pesantren (Ponpes) Addainuriyah 2 Semarang, Minggu (19/3).

 

“Istighosah harus selalu kita lakukan sebagai bentuk berserah diri kepada Sang Kholiq, Sang Pencipta karena tanpa ridho dan ijin-Nya kita tidak dapat menyelesaikan semua permasalahan yang kita hadapi. Termasuk permasalahan bangsa ini,” katanya.

 

Menurut Sekda, seluruh kegiatan keagamaan harus selalu disisipkan nilai-nilai kebangsaan untuk memperkuat jiwa nasionalisme para umat. Selain itu, juga dapat menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air, sehingga tercipta kerukunan dan toleransi antarumat beragama.

 

Sri Puryono mengatakan PR-PR bangsa hanya bisa diselesaikan melalui kerja sama semua umat dam masyarakat. Karenanya, kegiatan seperti itu diharapkan dapat terus digelar demi kemajuan bangsa Indonesia. Melalui istighosah, masyarakat khususnya umat Islam, diharapkan merapatkan barisan untuk merekatkan persatuan dan berkontribusi dalam merawat NKRI.

 

“Mari kita terus berkontribusi, berbuat yang baik untuk merawat Indonesia ini. NKRI adalah harga mati,” ujarnya.

 

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Addainuriyah KH Dzikron Abdullah dalam tausyiahnya meminta umat Islam tidak terpengaruh berita-berita hoax, yang seringkali muncul di media sosial. Sebab, informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan seperti itu, berpotensi memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Dia juga menyisipkan pesan moral agar seluruh umat Islam taat membayar pajak karena melalui pajak pembangunan bangsa demi kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

 

Reporter : Kh, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn