Pengembangan SPAM Regional Wosusoka Ditarget Selesai 2019

 

Semarang – Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Wosusoka (Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kota Surakarta dan Kabupaten Karanganyar) yang dibangun sejak 2011 dengan anggaran Rp 1,3 triliun ditargetkan selesai pengerjaannya pada 2019. Melalui sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan cakupan pemenuhan kebutihan air bersih di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP saat Penandatanganan Kerja Sama Pengembangan SPAM Regional Wosusoka Provinsi Jawa Tengah di Gedung A Lantai II Kantor Gubernur, Jumat (19/5). Penandatanganan tersebut dilakukan antara Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/ PUPR (Muhammad Amir Hamzah), Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Direktorat Cipta Karya Kementrian (Mochammad Natsir) dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah (Bambang Nugroho), Direktur Utama PDAB Tirta Utama Provinsi Jawa Tengah (Hesti Lilianti), Direktur Utama PDAM Giri Tirta Sari Kabupaten Wonogiri (Sumarjo), Direktur Perumda Air Minum Tirta Makmur Kabupaten Sukoharjo (M Mahfudz Faudzi), Direktur Utama PDAM Kota Surakarta Maryanto, Direktur PDAM Tirta Lawu Kabupaten Karanganyar (Prihanto).

Pada kesempatan itu Sri Puryono berpesan agar selesainya pembangunan SPAM regional itu diiringi dengan pengelolaan SPAM yang baik.

“Kepada PDAB (Perusahaan Daerah Air Bersih Tirta Utama), ini tolong betul-betul dikelola dengan baik. Jangan sampai pipanya bocor-bocor sehingga kita rugi. Ini tidak boleh lagi terjadi. Kasihan yang mbangun bantuan dari pusat luar biasa. Kita tinggal mengelola, jangan sampai tidak bisa melaksanakan dengan baik,” tegasnya.

Terkait penandatanganan kerja sama pengembangan SPAM Regional Wosusoka, Puryono menyampaikan, hal itu menjadi upaya pemerintah daerah dalam memeratakan distribusi air bersih. Sebab, Jawa Tengah termasuk salah satu provinsi yang kekurangan air. Melalui kerja sama, diharapkan terwujud efektivitas, efisiensi dan produktivitas dalam penyediaan pelayanan air minum dengan harga yang bisa dijangkau masyarakat.

“SPAM ini merupakan komitmen pemerintah hadir di rakyat kita yang butuh. Ini (juga) komitmen presiden tentunya. Kita dukung. Setelah selesai nanti, rakyat harus bisa menikmati dengan nyaman, dan tentunya ini bisa kecukupan tentang kebutuhan air,” ucapnya.

Sekda juga mengingatkan, tersedianya SPAM mesti diimbangi dengan konservasi di sisi hulu. Tanpa konservasi, kebutuhan sumber air tidak akan tercukupi.

 

Penulis : Rt, Ev, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn