Pedagang Wonokriyo Segera Dapat Bantuan

Kebumen – Kebakaran yang terjadi di Pasar Wonokriyo pada 7 September lalu, masih menyisakan kesedihan bagi ratusan pedagang. Sebagian besar pedagang belum bisa kembali beraktivitas karena tidak memiliki modal untuk membuka usahanya lagi. 

Saat meninjau dan berdialog dengan pedagang korban kebakaran Pasar Wonokriyo, Kamis (14/9), Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menyampaikan kepada para pedagang, pemerintah akan berupaya membantu mereka untuk bangkit lagi.

Kobongan ora ana sin njaluk. Tapi pripun pemerintah cancut tali wanda kersane njenengan saged usaha. Ning nggih bantuane mboten saged kathah-kathah amargi anggarane nggih terbatas. Ning karepe pemerintah supados njenegan saged nggelinding malih. Saged ambegan maleh. Saged pados artha malih,” kata Ganjar.

Ditambahkan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap APBD Perubahan yang sudah diajukan Pemkab Kebumen, agar bantuan kepada para pedagang bisa segera diterima. Setidaknya Senin (18/9), hasil evaluasi tersebut sudah dikembalikan kepada Pemkab Kebumen.

Mantan anggota DPR RI itu juga berpesan agar ketika lapak sementara sudah siap ditempati, pedagang tidak saling berebut. Sebab, banyak kasus pembagian los dan kios yang menimbulkan keributan. Karenanya, Ganjar meminta asosiasi atau paguyuban pedagang pasar bisa berembuk menentukan cara terbaik penentuan lokasi pedagang.

Asosiasi utawi paguyuban saged rembugan bareng-bareng. Carane mbagi pripun, dodolane pripun, terus didata ben sing ora kobongan ora melu-melu njaluk bantuan. Nek mriki (pemerintah) kan ora ngerti sing kobongan sing pundi. Nek wonten asosiasi, saged maringi data. Ingkang niki, kiose mriki, mriki, mriki, buktine niki. Mangke saged diculke bantuane,” jelasnya.

Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfud mengatakan, pihaknya sudah menyediakan anggaran melalui APBD Perubahan untuk memberikan bantuan sosial kepada para pedagang. Sebanyak 672 pedagang yang menempati los akan mendapat bantuan masing-masing Rp 750.000 dan 111 pedagang kios mendapat bantuan masing-masing Rp 1.500.000. Mereka yang mendapat bantuan adalah yang secara riil menempati kios. Sehingga, apabila ada pedagang yang mengontrak, si pengontraknyalah yang mendapat bantuan. Untuk relokasi, akan menempati lantai dua pasar yang tidak terbakar.

 

Penulis : Rt, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn