Kirab Merah Putih Bukti Jiwa Nasionalis

Semarang – Sejumlah kendaraan tempur sudah terparkir rapi di sisi kiri kanan Jalan Pemuda sejak pagi. Masyarakat yang melihat pemandangan tak biasa itu, banyak yang sigap mengambil smartphone untuk berswafoto. Adapula yang dengan baik hati menolong memotretkannya.

Selain kendaraan tempur yang menjadi daya tarik, kehadiran marching band dari Akpol dan Akpelni juga menyedot perhatian masyarakat. Beberapa anak kecil dengan percaya diri mendekati para pemainnya sebelum beratraksi. Didekati anak-anak, para pemain pun tidak segan berinteraksi dengan mereka. Nampak ada pemain yang mengabulkan permintaan seorang anak yang ingin mengenakan topi bulunya.

Ya, mereka adalah sebagian kecil peserta pawai Kirab Merah Putih yang dilepas di depan Balaikota Semarang oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi, Minggu (13/8) . Tampak hadir pada acara itu Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Tatang Sulaiman, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, dan tokoh agama Habib Luthfi.

Peserta lain dalam kirab tersebut adalah anggota TNI/ Polri, Barongsai Naga Laut, siswa siswi SMA dan SMP se Kota Semarang, dan drumband PIP. Sebelum kirab Merah Putih dimulai, dilaksanakan upacara Penyerahan Bendera Merah Putih kepada Kelompok 17, 8, dan 45 dari Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko.

Dalam amanatnya, Wagub menyampaikan, Kirab Merah Putih yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-72 RI membawa pesan bahwa jiwa nasionalisme tetap kuat tertanam dalam hati.  Segala kekuatan yang dimiliki oleh bangsa, hanya untuk dipersembahkan kepada negeri tercinta.

“Kita sampaikan pesan pada dunia, Indonesia akan selalu jaya dan NKRI harga mati. Bahwa kemudian saat ini ada problema ideologi yg agak berisik, mari kita tangkal dengan semangat kebangsaan. Seperti antara lain yang kita lakukan pagi hari ini. Kain kebangsaan yang terkoyak, mari kita jahit kembali agar tetap utuh bahkan lebih kuat,” ajaknya.

Heru menegaskan, nilai-nilai ke-Indonesiaan harus terus ditiupkan dan ditumbuhkan dalam diri setiap warga negara. Persatuan dan kesatuan mesti terus dikuatkan untuk menangkal setiap rongrongan terhadap ideologi Pancasila.

“Jateng akan selalu berada di garda terdepan untuk menangkal setiap ancaman terhadap keutuhan dan tetap tegaknya NKRI. Jateng akan selalu jadi bentengnya Pancasila lewat karya dan aksi nyata yang sesuai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila,” tutupnya.

 

Penulis : Rt, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn