Indeks Pembangunan Manusia Jateng Membaik

Semarang – Provinsi Jawa Tengah mencatat prestasi kinerja yang sangat signifikan di tahun 2016. Bahkan dari sejumlah capaian indikator yang berlangsung selama 2016, beberapa di antaranya melebihi angka nasional.

 

Hal tersebut terungkap saat Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP membacakan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jateng 2016 pada Rapat Paripurna DPRD Jateng, Senin (20/3). Dikatakan, pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,28% atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02%. Sementara, Produk Domestik Regional Bruto per kapita Jateng atas dasar harga berlaku pada 2016 sebesar Rp 32,10 juta, meningkat 7,15% dibandingkan 2015 yang tercatat Rp 29,95 juta.

 

“Laju inflasi Jawa Tengah pada 2016 sebesar 2,36%, lebih baik dari laju inflasi nasional sebesar 3,02% dan tahun sebelumnya yang sebesar 2,73%,” katanya.

 

Sedangkan Indeks Gini, imbuh Ganjar, pada 2016 sebesar 0,37, lebih baik dari angka nasional sebesar 0,40 dan dari tahun sebelumnya sebesar 0,38. Penurunan Indeks Gini ini mempunyai arti semakin berkurangnya kesenjangan antar kelompok pendapatan penduduk di Jateng.

 

Untuk Indeks Williamson, pada 2015 Jateng meraih angka sebesar 0,66 lebih tinggi dibanding 2014 (0,63). Dalam hal ini Pemprov Jateng telah mengupayakan penurunan kesenjangan antar wilayah dengan melakukan distribusi alokasi bantuan keuangan kepada pemerintah kabupaten/ kota dan desa yang lebih proporsional. Pemprov Jateng juga mendorong iklim kesempatan investasi melalui penyederhanaan dan peningkatan pelayanan perizinan, serta peningkatan pembangunan infrastruktur daerah.

 

Selanjutnya gubernur menyampaikan, penduduk miskin Jateng pada 2016 tercatat 13,19%, menurun 0,13% dibandingkan dengan tahun lalu, namun masih diatas rata-rata nasional sebesar 10,70%.

 

“Persentase penduduk miskin Jateng lebih banyak ada di pedesaan sebesar 14,88%, dibandingkan di perkotaan sebesar 11,38%. Pemprov telah mengupayakan program penanggulangan kemiskinan melalui empat strategi utama,” katanya.

 

Empat strategi utama penanggulangan kemiskinan yang dimaksud, yaitu pengurangan beban masyarakat miskin, peningkatan pendapatan masyarakat miskin, pengembangan dan penjaminan keberlanjutan UMK, dan sinergi kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.

 

“Tingkat pengangguran terbuka kita pada 2016 sebesar 4,63% lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 5,61% dan lebih rendah dibandingkan kondisi tahun sebelumnya yaitu 4,99%,” katanya.

 

Terakhir, untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jateng, pada 2015 mencapai angka 69,49, atau lebih baik dibandingkan 2014 (68,78), namun sedikit dibawah IPM Nasional 69,55.

 

“Jika dilihat dari sisi pertumbuhan, IPM Jawa Tengah masih lebih tinggi dari pertumbuhan IPM Nasional, yaitu 1,03% dibanding 0,94%. Ini berarti pembangunan manusia di Jawa Tengah mengalami progres yang lebih baik,” katanya.

 

Penulis : Hr, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn