Dapat Tas dan Isinya, Siswa SD Justru Bingung

Banjarnegara – Tiga anak perempuan berumur tujuh tahunan, tampak sumringah, mendapati di tempat duduknya ada tas baru, lengkap dengan isinya. Ada buku tulis, buku gambar, alat tulis, pensil warna, tempat makan, dan botol minuman. 

“Aku senang banget dapat tas. Isinya lengkap. Ada buku gambar. Aku suka mewarnai. Pasti ini karena aku tidak nakal. Maka Allah sayang sama aku. Dapat hadiah,” ungkap gadis kecil bernama Ana Na’imatul, siswi kelas I SD Gumelar Kecamatan Karangkobar Banjarnegara dengan centil, saat ditemui di SMP N 2 Banjarnegara dalam acara Penyerahan Kartu Indonesia Pintar oleh Presiden RI Ir Joko Widodo, Jumat (16/6).

Di antara barang-barang itu, dia mengaku paling senang dengan buku gambar. Sebab, anak yang datang bersama neneknya itu suka menggambar dan mewarnai.

“Aku suka sekali belajar menggambar dan mewarnai. Jadi dapat buku gambar dan pensil warna sangat senang,” ungkap anak buruh itu riang.

Senada disampaikan dua rekannya yang lain, Alisa dan Esa. Tas baru beserta isinya membuat mereka bahagia. Apalagi, selama ini mereka yang anak petani, tidak pernah punya alat tulis yang lengkap dan sebagus itu.

Berbeda dengan tiga anak perempuan itu, seorang anak laki-laki yang duduk di kelas 1 SD bernama Saltip, justru bingung ketika diminta membawa pulang tas yang berada di kursinya. Dia merasa, tas itu bukan miliknya.

“Ini tas siapa? Ini bukan tas saya. Isinya banyak sekali,” ujarnya.

Seorang guru yang kebetulan berada di dekatnya kemudian menjelaskan, bahwa tas di tempat duduknya kini menjadi miliknya. Tas dan isinya tersebut, diberikan Presiden Joko Widodo agar dia selalu rajin belajar.

“Ini punya saya? Boleh dibawa pulang? Terima kasih sekali,” tuturnya seraya meyakinkan.

Ya, Presiden Joko Widodo memang selalu memberikan hadiah berupa tas dan isinya kepada para siswa, baik SD, SMA, SMK, setiap kali membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Pemberian itu untuk memotivasi semangat belajar anak-anak.

Saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banjarnegara, Presiden Jokowi membagikan KIP sebanyak 1.230 kartu. Jumlah tersebut terdiri dari 433 kartu untuk siswa SD, 262 kartu untuk siswa SMP, dan 176 kartu untuk siswa SMA. Kemudian, untuk siswa SMK dibagikan sebanyak 246 kartu, siswa sekolah luar biasa satu kartu, siswa kejar paket A sebanyak enam kartu, kejar paket B 39 kartu dan paket C sebanyak 67 kartu.

Presiden Jokowi berpesan, agar para siswa tidak menggunakan anggaran yang tersedia di kartu, untuk kepentingan selain sekolah. Mereka hanya boleh memakai dana dari pemerintah itu, untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Seperti seragam, sepatu, dan buku. Pesan itu tidak pernah bosan disampaikan Presiden ketika membagikan KIP.

“Dana yang ada di kartu, hanya boleh digunakan untuk membeli keperluan sekolah. Antara lain untuk tas, buku, seragam, sepatu. Semua hanya digunakan untuk belajar,” tandas presiden.

Meski sudah berulangkali menyampaikan pesan tersebut, fakta di lapangan, kepala sekolah atau guru, masih saja menemui orang tua yang tidak patuh pada pesan presiden. Seperti yang dituturkan Kepala Sekolah SD I Semarang Kecamatan Banjarnegara Kota Banjarnegara, Umi Kholifah.

“Masih banyak orang tua siswa yang tidak disiplin menggunakan untuk keperluan pendidikan anaknya. Maka ketika ada pencairan dana, pihaknya berinisiatif untuk meminta bukti pembelian keperluan sekolah dari orang tua siswa. Itu untuk menjamin bahwa orang tua benar-benar membeli barang untuk keperluan pendidikan anaknya,” urainya.

Selain cara itu, sekolah mengimbau orang tua siswa yang sudah mencairkan dana KIP untuk menabung. Sekolah memfasilitasi membuka rekening tabungan. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, orang tua siswa boleh mengambil tabungannya.

Hal yang sama juga dilakukan di SD I Soekanandi. Salah seorang guru, Yuswalijah menuturkan, sangat penting pihak sekolah membantu memonitor penggunaan dana KIP. Sebab jika tidak, anggaran pendidikan yang sudah diberikan pemerintah untuj warga tidak mampu, sangat rentan tidak tepat sasaran.

Sebagai informasi, selain di Kabupaten Banjarnegara, Presiden Jokowi juga membagikan KIP di Kabupaten Banyumas. Distribusi KIP dipusatkan di SMA N 2 Purwokerto. Sebanyak 3.317 siswa, mendapatkan KIP. Jumlah tersebut terdiri dari SD 1.101 anak, SMP 791 anak, SMA 448 anak, SMK 792 anak, Kejar Paket B 10 orang, dan Kejar Paket C 175 orang.

 

Penulis : Rt, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn