Bedah Kandang, Perbaiki Manajemen Pemeliharaan Unggas

Semarang – Masih banyaknya kesalahan manajemen dalam memelihara unggas yang dilakukan peternak unggas konvensional, terkadang membuat hasil produksi unggas tidak sesuai harapan. Memperhatikan persoalan tersebut, PT Chaeron Pokphand Indonesia bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah membangun terobosan bedah kandang bagi 100 peternak konvensional.

Perwakilan PT Chaeron Pokphand Indonesia (CPI) Mayjend TNI Purn Suparman menyampaikan, program bedah kandang dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya Jawa Tengah, dengan target 100 kandang. Hingga saat ini perbaikan sudah dilakukan pada 36 kandang.

Dia menjelaskan, CPI menyelenggarakan program bedah kandang karena banyak peternak di Indonesia yang masih menerapkan sistem pemeliharaan tradisional. Padahal, sistem tradisional membuat biaya produksi tidak efisien dan hasil ternak pun tidak optimal.

“Peternak UMKM belum mampu mengikuti perkembangan teknologi. Saat ini, teknologi pemeliharaan unggas sudah pada tingkat kandang tertutup atau close house. Di negara luar, satu close house sudah sembilan tingkat. Begitu efisiennya. Namun perkembangan ekonomi kita belum sampai ke sana, sehingga masih banyak yang menggunakan kandang terbuka yang bersifat tradisional,” urai Suparman, saat Peresmian Program Bedah Kandang, yang diselenggarakan di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kamis (20/4).

Untuk membantu peternak unggas, pihaknya memberi bantuan bedah kandang, yang dilakukan sesuai kondisi kandang masing-masing peternak. Jika peternak masih menggunakan kayu bakar dalam memanaskan anak ayam, maka mereka akan diberi bantuan gasolec/ alat pemanas.

“Memanaskan dengan kayu bakar, akan berdampak pada kesehatan anak ayam. Maka kita bantu dengan gasolec. Demikian pula untuk ayam yang sudah mulai besar, kalau menggunakan kayu bakar bisa terjadi heat stress. Itu menimbulkan pertumbuhan ayam terganggu. Maka kita beri kipas dan tirai agar aliran oksigennya lancar dan udara lebih dingin,” jelas Suparman.

Peralatan lain yang diberikan adalah tempat makan dan minum otomatis. Di samping itu, peternak juga diberikan bimbingan teknis secara gratis.

Bantuan yang diberikan PT CPI, sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh sejumlah peternak ayam. Antara lain Sumardi dan Mastur. Sumardi menuturkan, bantuan yang diberikan sangat berarti untuk meminimalisasi biaya produksi. Apalagi, beberapa bulan terakhir, peternak sangat dirugikan dengan turunnya harga telor dan daging ayam.

“Kami berharap ini bisa dilanjutkan. Peternak tidak hanya butuh kandang, tapi dibimbing, diarahkan dan diberikan ruangan pasar untuk menjual produksi. Sehingga, peternak UMKM di Jateng benar-benar bisa melangsungkan usaha peternakan yang jadi mata pencaharian,” pinta dia.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs Heru Sudjatmoko MSi menyambut baik kemitraan PT CPI dengan peternak UMKM. Perusahaan besar memang harus memberi perhatian pada masyarakat kecil. Sebab, jika dirunut masyarakat kecil juga memberikan andil dalam menghidupi perusahaan.

“Ini berarti kerja sama antara perusahaan besar dan UMKM-nya. Baru membantu sebagian daerah saja, ayamnya sudah sembilan juta ekor. Ini skala luar biasa. Saya bilang begitu karena peternak membeli kuthuk (anak ayam) dari CPI. Belum lagi pakannya. Artinya ini saling menghidupi. Yang kecil bisa menghidupi yang besar karena yang kecil jumlahnya banyak,” kata mantan Bupati Purbalingga itu.

Ke depan, Wagub Heru meminta agar kerja sama lebih ditingkatkan. Sehingga, upaya untuk mencapai kemakmuran bersama dapat terwujud.

 

Penulis : Rt, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn