250 Siswa SD Gosok Gigi Bareng

Semarang – Ada suasana berbeda di area parkir kendaraan Rumah Sakit Islam Gigi dan Mulut (RSIGM) Sultan Agung, Selasa (12/9). Sekitar 250 siswa dari berbagai sekolah dasar (SD) di Kota Semarang, menggosok gigi bareng dalam pembukaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2017.

Dalam kegiatan bertema “Merdeka dari Gigi Berlubang” itu, ratusan pelajar berseragam merah putih tampak semangat dan kompak menyikat gigi masing-masing hingga bersih. Tidak hanya diajari cara menggosok gigi dengan benar, para dokter spesialis gigi yang berdiri di dekat mereka, juga memberikan pengetahuan tentang konsumsi makanan atau camilan sehat supaya terhindar dari gigi berlubang.

Selain ratusan siswa SD dan anak-anak berkebutuhan khusus dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Semarang, kegiatan yang dirangkai dengan peresmian pengoperasian RSIGM Sultan Agung di Jalan Kaligawe tersebut, juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah H Heru Sudjatmoko MSi, Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDI) Ugan Gandar, Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia Nina Djustiana, Head of Oral Care PT Unilever Indonesia, Mirza Roesli, pengurus Yayasan Badan Wakil Sultan Agung, serta para dokter spesialis gigi dan instansi terkait lainnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko MSi, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan BKGN 2017 yang melibatkan banyak pihak bersama-sama berupaya meningkatkan derajat kesehatan nasyarakat. Salah satunya melalui BKGN yang diselenggarakan di Kota Semarang, dengan beragam kegiatan bidang kesehatan maupun sosial.

“Ini semua adalah bentuk keikhlasan dan kebersamaan. Saya bangga dan bersyukur, atas keikhlasan dalam berbagai bentuk kegiatan di BKGN ini. Baik kegiatan bidang ekonomi, kepedulian sosial maupun lainnya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ucapnya.

Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia Nina Djustiana menjelaskan, kegiatan tahunan Bulan BKGN yang bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) tersebut, bertujuan mengajak keluarga Indonesia memeriksa kesehatan gigi secara teratur serta memilih asupan camilan bertekstur dan bernutrisi seimbang.

Ditambahkan, tahun ini BKGN hadir semakin luas di 52 lokasi yang tersebar di beberapa kota dan kabupaten di seluruh nusantara mulai 12 September- 29 November, dan Kota Semarang menjadi pembuka rangkaian BKGN 2017. Jangkauan BKGN meluas karena kegiatan tersebut tidak hanya diselenggarakan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), namun juga Fakultas Kedokteran Gigi (FGD) yang berada di 22 lokasi.

Komitmen memperluas jangkauan kegiatan bermanfaat bagi masyarakat itu, lanjut dia, juga diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial bersama para dekan FKG di seluruh Indonesia. Seperti, memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada murid-murid sekolah dasar di berbagai pelosok Tanah Air.

“Kami berharap kegiatan bakti sosial ini dapat menjadi contoh bagi para calon dokter gigi muda, untuk dapat terjun langsung melayani masyarakat hingga ke daerah-daerah yang belum terjangkau tenaga medis gigi,” terangnya.

Menurutnya, penyelenggaraan BKGI Kedelapan tersebut semakin istimewa dengan kehadiran mobil keliling gigi dan mobile clinic. Pelaksanaan BKGN 2017 selain mendapat dukungan dari pemerintah, juga melibatkan beberapa perusahaan swasta sebagai upaya memperluas kesempatan masyarakat mengikuti kegiatan pemeriksaan gigi dan mulut.

Dalam kesempatan tersebut, wakil gubernur juga menandatangi prasasti RSIGM Sultan Agung, kemudian meninjau ruang perawatan dan operasi RSIGM Sultan Agung.

 

Penulis : Mn, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng

.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn