2050, Diprediksi 1 dari 4 Orang Kekurangan Air

Ungaran –  Kelangkaan air bersih menjadi isu lingkungan hidup yang memeroleh perhatian serius dari pemerintah. Pasalnya, sekitar 40 persen penduduk dunia tengah mengalami kelangkaan air bersih. Perubahan iklim pun cenderung memperpanjang masa kemarau dan mengakibatkan kekeringan.

Fakta tersebut mengemuka saat Peringatan Hari Air Dunia XXV Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2017 dan Gerakan Tanam Bersama bertajuk “Air dan Air Limbah” yang berlangsung di Kawasan Embung Sebligo, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Kamis (20/4).

“Lebih dari 663 juta orang hidup tanpa pasokan air bersih dekat dengan rumahnya. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre atau berjalan jauh ke sumber air dan menghadapi masalah kesehatan karena menggunakan air yang terkontaminasi,” terang Kepala BBWS Pemali Juwana  Ir H Ruhban Ruzziyatno MT mewakili Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Ir Imam Santoso MSc.

Ruhban memrediksi, kondisi kelangkaan air bersih sekitar 30 tahun mendatang makin parah seiring bertambahnya jumlah penduduk dunia. Bahkan, diprediksi satu dari empat orang akan kekurangan air.

“Pada tahun 2050, diperkirakan jumlah penduduk dunia mencapai sembilan miliar dan diprediksi setidaknya satu di antara empat orang berdampak kekurangan air,” ungkapnya.

Untuk mengatasi kekurangan air, pemerintah terus mengupayakan berbagai penanganan. Pemerintah juga menjamin akses air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat sebagai salah satu target Sustainable Development Goals (SDG). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pun menerapkan sejumlah program guna meningkatkan pasokan air bersih. Seperti program pembangunan bendungan, embung, dan spam regional.

Bupati Semarang dr H Mundjirin ES SpOG menjelaskan, terdapat tiga embung di Kabupaten Semarang yang dibangun dari APBD Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya Embung Bancak di Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang yang berkapasitas 19.614 m3. Embung tersebut dapat menampung air baku untuk memenuhi kebutuhan 321 KK.

Alhamdulillah Kabupaten Semarang wonten tiga embung ingkang bade supply toya kangge tetaneman durian. Ingkang sampun kelampahan menika embung wonten Desa Genting khusus tanaman kelengkeng. Ugi embung wonten Desa Wonokerto kangge tetaneman buah naga lan melon,” bebernya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi berpesan agar setiap elemen masyarakat menjaga bumi tetap sehat. Dia menganologikan, tubuh manusia adalah jagad kecil. Manusia akan sehat apabila kebutuhan air untuk tubuhnya tercukupi. Sementara itu, jagad raya atau bumi pun akan lestari apabila terhindar dari kekeringan.

“Jagad cilik kita, tubuh kita itu mengandung air kurang lebih 70 persen. Kalau kurang air, tubuh kita tidak sehat. Dehidrasi akibatnya bisa merusak ginjal, bahkan liver kita. Kondisi yang sama juga bisa terjadi untuk jagad gedhe, bumi kita. Kalau sampai kekurangan air, bumi kita tidak sehat lagi. Padahal bumi yang sehat itulah yang memberi kehidupan kepada kita. Mau bercocok tanam, beternak, atau pelihara ikan kalau buminya kering nggak bisa,” jelasnya.

 

Penulis : Ar, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn