“Tweet” dengan tagar #KemalaJateng, Percepat Respons Aspirasi Masyarakat

Semarang – Komitmen memberikan respons cepat terhadap komunikasi yang disampaikan masyarakat, diteguhkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui kerja sama aplikasi Twitter Kemala (Kelola Melantas Layanan) yang dijalin dengan Twitter Asia Pasifif. Cukup men-tweet dengan tagar #KemalaJateng, pemerintah akan merespons cepat apa yang disampaikan masyarakat tanpa menyertakan akun twitter dinas yang dituju.

Dalam acara Pengenalan Fitur Kreatif pada Aplikasi Twitter serta Penandatanganan Mou Twitter Kemala Antara Pemprov Jateng dan Twitter Asia Pasific, di Grhadhika Bhakti Praja, Selasa (13/6), Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP melalui sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri menyampaikan hubungan komunikasi yang intens, transparan, dan respon yang cepat antara pimpinan birokrasi dan masyarakat yang dipimpin sangat diperlukan. Termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang memerlukan komunikasi masif dan transparan melalui program media sosial yang terintegrasi. Sehingga bisa memberikan dampak praktis dan efektif dalam pengelolaan pemerintahan daerah dan dapat menjadi suatu solusi yang layak untuk dikembangkan dan diimplementasikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Maka sejak dilantik Agustus 2013, saya memerintahkan seluruh pejabat dan   satuan kerja membuat akun Twitter.  Begitu juga bupati dan walikota, perwakilan lembaga negara di daerah, BUMN, dan BUMD, bahkan camat dan kepala desa se-Jateng. Akun-akun pemerintah dan pejabat itu penting agar warga punya alamat tujuan ketika menyampaikan persoalannya,” bebernya.

Pemilihan Twiiter mengingat aplikasi tersebut paling nyaman untuk komunikasi dua  arah, mudah penggunaannya, murah, dan semua orang bisa  membuat secara gratis. Dari Twitter yang sudah dikelola oleh Pemprov Jateng, banyak aspirasi dari masyarakat yang berhasil diserap. Gubernur menunjuk contoh saat terjadi  banjir di suatu wilayah yang dilaporkan masyarakat, dia langsung mention bupatinya. Ada aduan pungli  pengurusan pajak kendaraan, Ganjar mention Samsat-nya. Ada laporan lansia terlantar di sebuah kota, dia mention Dinas Sosial dan meminta untuk segera  menjemputnya. Dengan bantuan Twitter,  pelayanan publik menjadi lebih mudah direspon serta ditindaklanjuti secara cepat dan transparan.

“Twitter  telah   lama   menjadi jembatan komunikasi antara warga Jawa Tengah dengan pemerintah. Mereka tweet  pertanyaan, laporan, maupun keluhan kepada saya maupun masing-masing institusi terkait, dan kami yang ada di birokrasi saling berdiskusi merespon aspirasi masyarakat ini untuk mencari solusinya, ini luar biasa,” ungkap gubernur.

Saat ini, dengan kemitraan pelayanan publik dan  interaksi dengan warga melalui Twitter Kemala, pengguna Twitter semakin dimudahkan dalam menyampaikan aspirasinya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dengan solusi pelayanan publik  berbasis Twitter Kemala, warga hanya perlu mengirimkan Tweet menggunakan tagar  #KemalaJateng, yang kemudian akan direspon oleh OPD terkait.

“Jadi, mereka tidak perlu lagi mengingat-ingat akun milik instansi di pemprov agar keluhannya cepat sampai. Cukup tambahkan tagar #KemalaJateng, keluhan atau aspirasi langsung sampai kepada pihak yang terkait. Solusi real-time ini akan membantu kami  dalam merespon dan bertindak dengan cepat terhadap kebutuhan warga Jawa Tengah, di manapun mereka berada,” tambah Kepala Diskominfo Dadang Somantri.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik pada Diskominfo Provinsi Jawa Tengah Dra Evi Sulistyorini MM dalam laporannya menyampaikan awal mula penandatanganan MoU itu saat Gubernur Jawa Tengah diundang pada acara ulang tahun Twitter  21 Maret 2016 lalu sebagai pembicara. Pada kesempatan tersebut gubernur bertemu dan berbincang langsung dengan Country Bussiness Head  Twitter Indonesia.

Twitter Indonesia menawarkan aplikasi khusus untuk menghubungkan masyarakat dengan Gubernur Jateng @ganjarpranowo. Nantinya semua layanan pengaduan masyarakat berbasis SMS Center,  Laporgub.jatengprov.go.id dan Twitter akan terintegrasi, sehingga lebih mudah ditindaklanjuti.

“Bapak Gubernur sangat merespon aplikasi ini karena mention dan pengaduan masyarakat sudah luar biasa banyak, bahkan sampai ratusan tiap hari. Karena itu, aplikasi ini penting untuk ditindak lanjuti dan perlu integrasi dari berbagai pihak terkait,” katanya.

Sementara itu, Public Policy Lead Twitter Indonesia Agung Yudha Wiranata, mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merupakan institusi pemerintah pertama di Indonesia yang menggunakan Twitter Kemala. Kerja sama tersebut sekaligus merupakan apresiasi Twitter kepada Gubernur Ganjar Pranowo yang dinilai aktif memanfaatkan Twitter untuk menunjang pembangunan di Jawa Tengah. Terbukti, banyak masyarakat yang menyampaikan ide, masukan, maupun komplain melalui akun pribadinya, karena mereka tidak tahu akun instansi yang hendak dituju. Sehingga diharapkan kerja sama Twitter Kemala tersebut bisa membantu pemprov menjalankan good dan clean governance, mewujudkan smart province, dan menjadi ke arah lebih baik.

Twitter Kemala ini semacam dashboard yang kita sediakan yang intinya meringankan tugasnya Pak Gubernur. Jadi nanti masyarakat Jateng tidak perlu lagi mention Pak Ganjar, meskipun nanti pertanyaannya ditujukan ke Pak Ganjar. Cukup menggunakan hashtag #KemalaJateng dan dashboard ini akan membantu memforwardkan atau mengalokasikan keluhan atau apa pun ekspresi yang disampaikan oleh masyarakat kepada dinas terkait tanpa Pak Gubernur mem-forward atau mention ke instasi terkait,” tandas Agung. (Ul, Diskominfo Jateng)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn