Diskominfo “Gempa”, Karyawan Panik

Semarang – Suara sirine terdengar sayup dari lantai III Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah, Rabu (26/4) pagi. Semakin lama, suara sirine tersebut makin lantang, diiringi teriakan agar para karyawan segera turun ke lapangan karena ada gempa.

Lampu-lampu mulai padam. Praktis, aktivitas bekerja pun terhenti. Mereka berlarian menyusuri tangga utama yang berada di tengah. Sebagian lagi memilih turun dari tangga belakang. Kepanikan pun terlihat saat mereka berlari dan menuruni anak tangga. Bahkan, beberapa di antaranya terjatuh dan mesti dibopong oleh rekannya. Teriakan takbir berkumandang di lorong-lorong kantor.

“Ayo cepat semua menuju ke lapangan. Tinggalkan semua pekerjaan. Yang lagi hamil, hati-hati,” teriak Sumanto, salah satu staf yang langsung mengoordinasi penyelamatan karyawan tersebut.

Setibanya di lapangan, masing-masing karyawan menghitung rekannya satu bagian. Kepanikan kembali terjadi saat ada beberapa karyawan di lantai II dan III yang belum terlihat. Petugas keamanan pun kembali naik menyisir satu demi satu ruangan, bahkan kamar mandi dan musala, hingga dipastikan tidak ada satu pun karyawan yang berada di ruangan. Mereka yang terjatuh dan pingsan, langsung ditangani. Saat kondisi tak juga membaik, korban dilarikan ke rumah sakit. Begitu tidak lagi ada tanda-tanda gempa susulan, karyawan dipersilakan kembali beraktivitas di ruangan masing-masing.

“Karena sudah aman, silakan kembali ke ruangan dan bekerja lagi,” kata pria yang akrab dipanggil Bawor ini.

Kondisi tersebut merupakan gambaran dari simulasi kesiapsiagaan bencana yang diselenggarakan Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, Rabu (26/4). Sekretaris Diskominfo Jateng Dra Ratna Dewajati MM menyampaikan, simulasi penanganan bencana dilakukan agar nantinya para karyawan tidak kaget menghadapi bencana yang terjadi sewaktu-waktu. Sekaligus, dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017, yang ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Sekretaris Daerah Prov Jateng Nomor 360/0006764 tanggal 21 April Perihal Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2017, yang memerintahkan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan simulasi evakuasi secara mandiri.

Simulasi penanganan terhadap bencana gempa dipilih mengingat gempa bisa terjadi di mana pun dan dalam waktu yang tidak bisa diprediksi. Keterampilan penanganan yang diperoleh itu, diharapkan dapat diterapkan tidak hanya saat berada di kantor, melainkan di mana pun mereka berada saat itu. Prinsipnya, ketenangan dan cepat bertindak menyelamatkan diri dan orang di sekelilingnya.

“Kami melaksanakan pada pukul 10.00, serentak. Kami berharap ini bisa menjadi contoh ketika benar-benar terjadi bencana. Jadi, tidak kaget lagi,” bebernya.

Staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Heru Setya Widada menambahkan kesiapsiagaan bencana tidak hanya dilakukan masyarakat di daerah rawan bencana, tapi juga para karyawan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. S

“Karena sudah ada pelatihan, kalau ada bencana beneran, karyawan/ karyawati sudah siap untuk melakukan hal yang lebih aman,” tandas Heru. (Ul, Diskominfo Jateng)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn