Kabupaten Klaten

Alamat Webste http://www.klatenkab.go.id/

Kabupaten Klaten merupakan daerah penyangga dua kota besar yakni Surakarta (Solo) dan Yogyakarta, memiliki luas wilayah mencapai 665,56 kilometer persegi yang terbagi 26 kecamatan dan terdiri atas 53 desa dan 103 kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 1.345.871 jiwa. Klaten bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Boyolali (Jateng), sebelah timur Kabupaten Sukoharjo (Jateng), sebelah barat Kabupaten Sleman (DI Yogyakarta), dan sebelah selatan Kabupaten Gunung Kidul (DI Yogyakarta).

Ibu Kota kabupaten tersebut adalah Kota Klaten, yang terdiri atas tiga kecamatan yaitu Klaten Utara, Klaten Tengah, dan Klaten Selatan. Kota Klaten dulunya merupakan Kota Administratif, tetapi sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, tidak dikenal adanya kota administratif, dan Klaten kembali menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Klaten

Topografi Kabupaten Klaten terletak di antara Gunung Merapi dan Pegunungan Seribu dengan ketinggian antara 75 hingga 160 meter Di Atas Permukaan Laut yang terbagi menjadi wilayah Lereng Gunung Merapi di bagian utara areal miring, wilayah datar dan berbukit di bagian selatan.

Jika ditinjau dari ketinggiannya, Kabupaten Klaten terdiri dari dataran dan pegunungan yang berada pada ketinggian bervariasi, yaitu 9,72 persen terletak di ketinggian 0--100 meter dari permukaan air laut. 77,52 persen terletak di ketinggian 100--500 meter dari permukaan air laut dan 12,76 persen terletak di ketinggian 500--1.000 meter dari permukaan air laut.

Keadaan iklim Kabupaten Klaten termasuk iklim tropis dengan musim hujan dan kemarau silih berganti sepanjang tahun, temperatur udara rata-rata 28--30 derajat Celsius dengan kecepatan angin rata-rata sekitar 153 milimeter setiap bulannya dengan curah hujan tertinggi pada Bulan Januari (350 mm) dan curah hujan terrendah pada Bulan Juli (8 mm).

Sebagian besar wilayah kabupaten ini adalah dataran rendah dan tanah bergelombang. Bagian barat laut merupakan pegunungan, bagian dari sistem Gunung Merapi. Ibukota kabupaten ini berada di jalur utama Solo-Yogyakarta.

Ada dua versi yang menyebut tentang asal mula nama Klaten. Versi pertama mengatakan bahwa Klaten berasal dari kata "kelati" atau buah bibir. Kata kelati ini kemudian mengalami disimilasi menjadi Klaten. Klaten sejak dulu merupakan daerah yang terkenal karena kesuburannya.

Versi kedua menyebutkan Klaten berasal dari kata Melati. Kata Melati kemudian berubah menjadi Mlati. Berubah lagi jadi kata Klati dan untuk memudahkan ucapan kata Klati berubah menjadi kata Klaten. Versi ke dua ini atas dasar kata-kata orang tua sebagaimana dikutip dalam buku Klaten dari Masa ke Masa yang diterbitkan Bagian Ortakala Setda Kabupaten Dati II Klaten Tahun 1992/1993.

Melati adalah nama seorang kiai yang pada kurang lebih 560 tahun yang lalu datang di suatu tempat yang masih berupa hutan belantara. Kiai Melati Sekolekan, nama lengkap dari Kiai Melati, menetap di tempat itu. Semakin lama semakin banyak orang yang tinggal di sekitarnya, dan daerah itulah yang menjadi Klaten yang sekarang.

Dukuh tempat tinggal Kiai Melati oleh masyarakat setempat lantas diberi nama Sekolekan. Nama Sekolekan adalah bagian dari nama Kiai Melati Sekolekan. Sekolekan kemudian berkembang menjadi Sekalekan, sehingga sampai sekarang nama dukuh itu adalah Sekalekan. Di Dukuh Sekalekan itu pula Kiai Melati dimakamkan.

Kiai Melati dikenal sebagai orang berbudi luhur dan sakti. Karena kesaktiannya itu perkampungan itu aman dari gangguan perampok. Setelah meninggal dunia, Kiai Melati dikuburkan di dekat tempat tinggalnya. Sampai sekarang sejarah kota Klaten masih menjadi silang pendapat. Belum ada penelitian yang dapat menyebutkan kapan persisnya kota Klaten berdiri. Selama ini kegiatan peringatan tentang Klaten diambil dari hari jadi pemerintah Kabupaten Klaten, yang dimulai dari awal terbentuknya pemerintahan daerah otonom tahun 1950.

Daerah Kabupaten Klaten semula adalah bekas daerah swapraja Surakarta. Kasunanan Surakarta terdiri dari beberapa daerah yang merupakan suatu kabupaten. Setiap kabupaten terdiri atas beberapa distrik. Susunan penguasa kabupaten terdiri dari Bupati, Kliwon, Mantri Jaksa, Mantri Kabupaten, Mantri Pembantu, Mantri Distrik, Penghulu, Carik Kabupaten angka 1 dan 2, Lurah Langsik, dan Langsir.

Susunan penguasa Distrik terdiri dari Pamong Distrik (1 orang), Mantri Distrik (5), Carik Kepanawon angka 1 dan 2 (2 orang), Carik Kemanten (5 orang), Kajineman (15 orang). Pada zaman penjajahan Belanda, tahun 1749, terjadi perubahan susunan penguasa di Kabupaten dan di Distrik. Untuk Jawa dan Madura, semua provinsi dibagi atas kabupaten-kabupaten, dan kabupaten terbagi atas distrik-distrik, dan setiap distrik dikepalai oleh seorang Wedono.

Pada tahun 1847 bentuk Kabupaten diubah menjadi Kabupaten Pulisi. Maksud dan tujuan pembentukan Kabupaten Pulisi adalah di samping Kabupaten itu menjalankan fungsi pemerintahan, ditugaskan pula agar dapat menjaga ketertiban dan keamanan dengan ditentukan batas-batas kekuasa wilayahnya.

Kabupaten Klaten yang kini dipimpin Bupati Sunarna dan Wakil Bupati Sri Hartini yang memiliki Visi, yakni terwujudnya Klaten yang "Toto Titi Tentrem Kerto Raharjo". Misi Kabupaten Klaten, yakni mengupayakan terpenuhunya kebutuhan dasar masyarakat atau "wareg, wasis, wisma, dan wutuh".

Selain itu, misi Kabupaten Klaten yakni juga mengupayakan rasa aman lahir dan batin serta tercukupinya kebutuhan materiil dan spiritual, serta meningkatkan keimanan,ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan partisipasi masyarakat dan penghargaan serta aktualisasi diri dalam pembangunan, menumbuhkan kehidupan perekonomian yang dinamis dengan menumbuhkan kehidupan perekonomian rakyat yang berbasis sumber daya lokal, menjaga kelestarian hidup, serta mengurangi kemiskinan.

Penerapan pengarusutamaan gender dalam berbagai fungsi Pemerintahan, mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak pelaku pembangunan, mewujudkan tata pemerintahan yang baik yang didukung sumber daya yang memadai, dan mendorong otonomi desa dan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan.