266 Warga Korban Puting Beliung Terima Bantuan

Jum, 30/12/2016 - 07:36 -- humasjtg1

SALATIGA - Sebanyak 266 warga korban bencana alam angin puting beliung yang melanda Kelurahan Sidorejo Lor dan Kelurahan Blotongan di Kecamatan Sidorejo Salatiga pada 8 Desember 2016 yang lalu, mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Salatiga. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Pj Walikota Salatiga, Ahmad Rofai di Balai Pertemuan Kelurahan Sidorejo Lor, Kamis (29/12).

Bantuan yang disampaikan Pemkot Salatiga melalui Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Salatiga ini bersumber dari APBD Perubahan Tahun 2016, dengan anggaran sebesar Rp.327.313.500,-. Selain untuk 266 warga, bantuan tersebut juga digunakan untuk merehabilitasi 5 fasilitas umum yang terkena bencana antara lain; Balai RW VII Soka, satu buah SMK, satu SD Negeri, Rumah Bandoso Makam dan WC Umum.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Walikota menyampaikan bahwa besaran bantuan adalah berbeda-beda. “Kami sudah menurunkan tim verifikasi, kerusakan sudah didata, dan bantuan yang diterima adalah berdasarkan tingkat kerusakan. Saya berharap agar tidak ada yang grundel, karena bantuan ini sudah merupakan hasil verifikasi,” ujar Pj Walikota.

Selain dari Pemkot Salatiga, warga korban puting beliung juga mendapat bantuan dari Pemprov Jawa Tengah. “Saya sampaikan terimakasih kepada Pemprov Jateng melalui Badan Ketahanan Pangan dan Balai Pengembangan Cadangan Pangan Provinsi Jawa Tengah karena pada acara ini juga membantu warga kami. Saya juga sampaikan apresiasi kepada semua pihak, TNI, Polri, BAZ, Korpri, ormas dan warga masyarakat yang telah membantu pada saat dan pasca bencana,” ungkap Ahmad Rofai.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Prov Jateng, Whitono dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemprov Jateng siap membantu jika dibutuhkan kab/kota terkait dengan kerawanan pangan sebagai akibat dari bencana alam ataupun gizi buruk. “Kami menyampaikan bantuan berupa beras sebanyak 2,86 ton yang disampaikan kepada warga korban bencana masing-masing sebanyak 10 kg,” ungkap Whitono.

Lebih lanjut Whitono mengatakan bahwa SKPD yang ia pimpin tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tapi juga bagaimana kemudahan akses serta gizinya. “Secara umum orang Indonesia masih ketinggalan dari negara lain. Kalau zaman dulu ada 4 sehat 5 sempurna, sekarang haruslah beragam, bergizi seimbang dan aman. Hal ini harus kami sampaikan karena gizi juga salah satu hal penting yang kami ampu,” jelas Kepala Badan Ketahanan Pangan.

Dalam acara tersebut turut hadir antara lain Kepala Balai Pengembangan Cadangan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Asisten II Sekda Kota Salatiga, Kadinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Salatiga, Camat Sidorejo dan pejabat terkait.