Berita Utama

SPAK Sebarkan “Virus” Antikorupsi ke Dinkes

Kam, 09/02/2017 - 16:42 -- ully

Semarang – Perempuan mempunyai peran penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi yang kian marak di Indonesia. Karenanya perempuan Indonesia diharapkan memberikan kontribusi melawan berbagai bentuk tindak korupsi serta menyebarkan virus-virus antikorupsi sejak dini, mulai dari keluarga, komunitas, hingga masyarakat luas.

Kebumen Bentuk Unit Pemberantasan Pungli

Kam, 09/02/2017 - 16:14 -- ully

Kebumen - Kejadian operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa Sekda Kebumen Adi Pandoyo pada Oktober lalu menjadi pengalaman berharga bagi jajaran pemerintah kabupaten (pemkab) setempat. Mereka terus meningkatkan komitmen untuk menjauhi korupsi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pengukuhan dan Sosialisasi Unit Pemberantasan Pungutan Liar (Pungli) oleh Bupati Kebumen Ir H M Yahya Fuad SE di Gedung Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen, Kamis (9/2). Pengukuhan itu juga disaksikan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP.

Kades Minta Payung Hukum Biaya Tambahan Pengurusan Prona

Rab, 08/02/2017 - 12:27 -- ully

Semarang – Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Jawa Tengah menuntut biaya tambahan pengurusan sertifikat tanah Program Operasi Nasional Agraria (Prona) dilegalkan dan diumumkan kepada masyarakat. Pasalnya, promosi tanpa biaya dalam pengurusan Prona membuat warga menuding perangkat desa mengambil pungutan liar (pungli). Padahal, tidak semua biaya pengurusan Prona digratiskan.

LMDH Wonosobo Keluhkan Minimnya Modal Kerja

Sel, 07/02/2017 - 19:29 -- ully

Semarang - Sulitnya masyarakat memasok kayu langsung kepada industri, menjadi perhatian Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wonosobo. Kondisi itu membuat masyarakat desa hutan tidak bisa ikut menikmati manisnya penghasilan dari industri kayu.  Mereka pun berupaya membangun kerja sama antara organisasi petani pemilik hutan, dengan industri yang difasilitasi oleh Dinas Kehutanan.

Konektivitas Jalan Dorong Pengentasan Kemiskinan

Sel, 07/02/2017 - 19:18 -- ully

Semarang – Pembangunan Provinsi Jawa Tengah selama lima tahun terakhir menunjukkan tren positif. Data Bappeda Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,30 persen pada tahun 2011 menjadi 5,40 persen pada tahun 2015.

Jumlah penduduk miskin pun berkurang. Pada tahun 2012 tercatat penduduk miskin sebanyak 14,98 persen, kemudian turun menjadi 13,19 persen. Jumlah pengangguran dan tingkat pengangguran terbuka menurun. Pada tahun 2012 tercatat 5,63 persen turun menjadi 4,63 persen pada tahun 2016.

Halaman

Berlangganan RSS - Berita Utama