Sedekah Gunung dan Kirab Budaya

Date: 
Jumat, 24 Oktober, 2014 to Sabtu, 25 Oktober, 2014
Lokasi: 
Desa Lencoh dan Samiran - BOYOLALI
Categories: 

Masyarakat di wilayah Kecamatan Selo Boyolali telah bersiap dengan kesibukan menjelang Tahun Baru Muharram atau masyarakat Jawa menyebutnya dengan bulan Sura. Sudah menjadi agenda tahunan bagi mereka yang berada di Desa Lencoh dan Samiran dalam memeriahkan dan menyemarakkan tradisi ini. Desa Lencoh telah menyiapkan tradisi sedekah Gunung yang akan digelar pada Jumat (24/10/2014).

Sedangkan Desa Samiran akan megadakan Kirab Budaya yang dihelat sehari kemudian atau pada Sabtu (25/10/2014). Disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Boyolali, Hartono, dalam acara rapat Koordinasi persiapan Sedekah gunung dan Kirab Budaya Kecamatan Selo beberapa waktu yang lalu. Mengatakan Tradisi sedekah gunung ini merupakan agenda tahunan bagi masyarakat Selo . Tradisi yang berlangsung turun temurun warga masyarakat Lerengmerapi dan merbabu itu dimaksudkan untuk nguri-uri dan melestarikan tradisi atas keselamatan dari bahaya erupsi Gubung Merapi. Sementara Kirab Budaya, yang dipercaya untuk mensyukuri hasil bumi dan sumber air yang bisa dinikmati warga Selo..

Sedekah Gunung dengan ritual pemberian sesaji kepala kerbau yang dilarung di puncak gunung Merapi ini akan digelar di Joglo I Kawasan Wisata Selo pada malam menjelang satu Sura. Namun sejak siang harinya, sejumlah acara akan digelar masyarakat Lencoh dengan pentas seni yang menampilkan sejumlah kelompok seni dari desa setempat. “Kelompok seni dan masyarakat lencoh akan pentas seni pada siang hari dan malam hari menjelang tradisi sedekah gunung dan siap memeriahkan ritual tradisi ini secara swadaya,” ujar Kepala Desa Lencoh, Sumardi.

Sementara untuk kegiatan Kirab Budaya akan dimulai dari Pesanggrahan Ngindro Marto dan berakhir di Pesanggaran Kebo Kanigoro. Dalam kirab akan diarak sejumlah gunungan yang berupa hasil bumi dan air yang diambil di gua raja selanjutnya akan di perebutkan oleh masyarakat yang dipercaya akan dialap berkah-nya di Pesanggrahan Kebo Kanigoro setelah didoakan. Dalam kirab itu juga direncanakan akan diikuti mahesa atau kerbau dari Keraton Kasunanan Surakarta.

Sementara Pemkab Boyolali hanya memberikan stimulan dana yang diserahkan kepada Pemerintah desa setempat. Di lain pihak, masyarakat sangat antusias dalam menyambut tradisi ini, bahkan secara berswadaya iuran demi suksesnya acara tersebut, diagendakan pula pentas seni, seperti pagelaran wayang kulit. (Humas Boyolali)