PENTAS RARA DUMELING, PUKAU RIBUAN PENGUNJUNG TMII

Date: 
Minggu, 2 Oktober, 2016
Lokasi: 
TMII Jakarta
Categories: 

JAKARTA-TMII - Pentas seni budaya dengan lakon Rara Dumeling mendapatkan apresiasi dari ribuan penonton. Tampilan drama folkhlore (cerita rakyat-Red) itu, mengisahkan perjuangan yang terus menerus digelorakan. Meskipun, harus dilakukana oleh seorang wanita sekalipun.

Pentas yang digelar Minggu (2/10) itu, mengemas secara apik dan lugas serta bumbu-bumbu sisipan humor yang menggelitik. Sosok Dewi Ratna Dumeling yang sangat piawai, terlukis bahwa sosok perempuan dalam folklore ini menjadi bukti bagaimana seorang perempuan berperan dibalik kekuasaan seorang suaminya. Meski sebagai garwa ampil, Rara Dumeling berperan dalam penyangga pilar kekuasaan Pusponegoro II. Termasuk saat suaminya melakukan perlawanan dengan kolonial. Walaupun dalam kondisi sakit, Rara Dumeling tetap memberikan spirit perjuangan. Oleh Pusponegoro II. Dia diungsikan dari Pendapa ke wilayah yang sekarang disebut desa Pesantunan hingga akhir hayatnya, dan dimakamkan di Dumeling.

Pentas yang didukung 45 orang pemain memadukan antara tari, opera, karawitan, dan band remaja menggabungkan dunia folklore Rara Dumeling dengan dunia kontekstual yang bernuansa pesisiran. Sosok Rara Dumeling sebagai perempuan tangguh dan cantik menawan, menjadi spirit gerak pembangunan yang bias gender namun tak menjadi penghalang.

Penampilan dari Kabupaten Brebes pada pentas Duta Seni dan Budaya merupakan kerja sama Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dinparbudpora) Kabupaten Brebes kolaborasi DKD Kabupaten Brebes, Sanggar Seni Kalyana Brebes.

Kepala Dinparbudpora Kabupaten Brebes Amin Budi Rahardjo menjelaskan, pentas seni sebagai ujud pelestarian, pengembangan kebudayaan dan sarana unggulan kebudayaan daerah Brebes.

Ajang pentas seni dan budaya yang digelar Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Anjungan Jawa Tengah, mampu merekatkan persaudaraan warga Jawa Tengah. Termasuk ketika pentas seni budaya yang digelar Tim Kesenian Kabupaten Brebes, warga Brebes yang berada di Jakarta kembali menyatu bagaikan terkumpulnya balung pisah.

“Pentas ini menjadi ajang bersatunya para pejabat dan masyarakat Brebes yang sedang merantau di Jakarta dan sekitarnya,” tutur Amin.

Mereka yang di Jakarta, tergabung dalam Majelis Silaturahim Warga Brebes (Masigab), Komunitas Persaudaraan (Koper) Brebes Tegal Slawi (Bregas), Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) dan Masyarakaat Brebes Aja Kelalen serta para perantau lainnya.

Kegiatan ini juga didampingi 31 Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), para Kepala Puskesmas, Kepala UPTD Pendidikan dan pejabat lainnya. Dengan bertemunya masyarakat dan warga Brebes diharapkan bisa mendapatkan masukan dari warga Brebes demi kemajuan Brebes ke depan. “Syukur-syukur warga Brebes yang sudah sukses di Jakarta bisa menjadi investor di daerahnya sendiri, Brebes,” tandasnya.
Disamping itu, lanjutnya untuk memperkenalkan Brebes ke kancah nasional dan menyukseskan visit Indonesia Years.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Majelis Silaturahmi Keluarga Brebes (Masigab) Taufiqurrahman Syahuri, memandang kalau Brebes sekarang menjadi daerah ibarat gadis. Masyarakatnya masih polos penuh kejujuran. Makanya banyak yang datang termasuk pembawa ideologi trans nasional juga mulai mengusik Brebes yang agamis berhaluan Ahlussunah Wal jamaah.

Taufiq menghendaki pengembangan tata ruang, termasuk sentra kota yang perlu diperluas. IPM perlu ditingkatkan dengan serius oleh para kepala SKPD sebagai penggerak dan pendongkrak utama. “Alangkah Indahnya, ketika masyarakat Brebes bisa bershodaqoh dan shopping secara beriringan sebagai tanda-tanda masyarakat yang sejahtera,” ucapnya.

Dia juga turut gembira pada Pilkada mendatang ada dua pasangan Calon Pemimpin Brebes, keduanya diharapkan bisa membawa kesejahteraan. “Hidup hanya sekali, maka buatlah sejarah dengan terus membangun dan membangun,” kata Taufiq.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengaku gembira atas kekompakan seluruh warga Brebes baik yang ada di Brebes maupun yang di perantauan. Semua telah berperan dalam pembangunan Brebes termasuk pembangunan kebudayaan, termasuk peran perem perempuan dalam pentas ini budaya ini.

Idza mengaku ditahun keempat menjalankan amanat sebagai Bupati telah merampungkan pembangunan infrastruktur mencapai 80 persen di tahun 2016. Dan akan dilanjutkan lagi sampai tuntas dengan kerja keras dan ikhlas.

Reformasi birokrasi, kata Idza, juga dilakukan sehingga mempengaruhi percepatan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. Diantaranya pembangunan RSUD Brebes yang bisa menjadi kebanggan Masyarakat Brebes. “RSUD Brebes dengan dana Rp 60 miliar menjadi gedung tertinggi di Kabupaten Brebes dengan 4 lantai,” tuturnya.

Pariwisata di Brebes terus digarap secara serius seperti Pantai Randusangan Indah, Ranto Canyon, Hutan mangrove dan lain-lain. Anak-anak Brebes juga wajib sekolah selama 12 tahun serta terus didorong peningkatan IPM. “Pertumbuhan ekonomi di Brebes meningkat sampai 5,49 persen,” ungkapnya.

Kehebatan Kabupaten Brebes telah menarik lebih dari 50 investor asing maupun nasional untuk menanamkan modalnya di Brebes. Komoditas Bawang merah dan hasil hasil pertanian lainnya telah menjadi komoditas nasional. “Ketenaran Brexit, juga telah menjadi promosi gratis untuk mendorong peningkatan pariwisata di Brebes,” ucapnya. (wasdiun-editor Buds)