PENTAS DUTA SENI KABUPATEN KEBUMEN

Date: 
Minggu, 22 Maret, 2015
Lokasi: 
Anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta
Categories: 

Pergelaran Tari "Bukan Sekedar Tari" dari Sanggar Pesona Budaya Kebumen dan SMA N 1 Karanganyar Kab. Kebumen, pukul 10.00 wib, dengan menampilkan : Lengger - Calung ; Tari Prawirowatang ; Tari Mutiara Karangbolong ; Tari Pongkor serta Pameran / Bazar : Makanan Khas dan Batik Khas Kebumen.

SINOPSIS “BUKAN SEKEDAR TARI “

a. Lengger-Calung
Kesenian tradisional lengger-calung tumbuh dan berkembang di wilayah Kebumen. Sesuai namanya, tarian lengger-calung terdiri dari lengger (penari) dan calung (gamelan bambu), gerakan tariannya sangat dinamis dan lincah mengikuti irama calung. Gerakan khas tarian lengger antara lain geyol, gedheg, dan lempar sampur.
Dahulu, penari lengger adalah pria yang berdandan seperti wanita, namun kini umumnya ditarikan oleh wanita cantik, sedangkan penari prianya hanyalah sebagai badut pelengkap yang berfungsi untuk memeriahkan suasana. Badut biasanya hadir pada pertengahan pertunjukan.
Jumlah penari lengger antara 2 sampai 4 orang, mereka harus berdandan sedemikian rupa sehingga kelihatan sangat menarik, rambut disanggul, leher sampai dada bagian atas biasanya terbuka, sampur atau selendang biasanya dikalungkan dibahu, mengenakan kain/jarit dan stagen. Lengger menari mengikuti irama khas Banyumasan yang lincah dan dinamis dengan didominasi oleh gerakan pinggul sehingga terlihat sangat menggemaskan. Peralatan gamelan calung terdiri dari gambang barung, gambang penerus, dhendhem, kenong dan gong yang semuanya terbuat dari bambu wulung (hitam). Yang tidak terbuat dari bambu hanyalah kendang, seperti kendang pada umumnya.
Dalam penyajiannya calung diiringi vokalis yang lebih dikenal sebagai sinden. Satu grup calung minimal memerlukan 7 orang anggota, terdiri dari penabuh gamelan dan penari/lengger.

b. Tari Prawirowatang
Tari Prawirowatang adalah salah satu tarian Jawa gaya Surakarta yang ditarikan oleh laki-laki. Bisa secara kelompok atau tarian tunggal. Prawiro artinya perwira (prajurit), dan watang adalah semacam galah yang terbuat dari kayu ringan sepanjang kira-kira 2 m yang ujungnya diberi gombyok warna merah putih. Menggambarkan bendera bangsa Indonesia. Adapun gombyok tersebut terbuat dari benang wol yang digunting kira-kira 50 cm. Kemudian diikat di ujung watang.
Tarian ini menceritakan kegagahan prajurit - prajurit negeri ini kala itu yang sangat mahir menggunakan senjata dalam hal ini watang. Sehingga untuk mencerminkan semangat dan kegagahannya dan ke-Indonesiannya, kostum tarian ini didominasi dengan warna merah putih. Selain itu gerakan - gerakannya tegas dengan volume yang sangat luas dan lebar.

c. Tari Mutiara Karangbolong
Tari ini merupakan gambaran sebuah kehidupan burung Lawet yang hidup dan berkembang di wilayah pesisir Pantai Karangbolong khususnya  Desa Karangduwur Kec.Buayan Kab.Kebumen .Tarian ini merupakan ikon Kabupaten Kebumen yang sampai saat ini masih eksis dan berkembang menjadi muatan lokal bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Kebumen.
     
d. Tari Pongkor
Tari Pongkor merupakan sebuah tari yang menggambarkan kehidupan masyarakat Kabupaten Kebumen yang sedang membuat gula Jawa. Pongkor itu sendiri merupakan nama alat yang terbuat dari bambu sebagi tempat nira / bahan gula jawa yang diambil dari pohon kelapa. Biasanya para pengambil nira adalah para petani diwilayah pesisir pantai Suwuk wilayah Desa Tambakrejo Kec.Puring. Mereka melakukan proses pembuatan gula Jawa pada saat libur atau pada waktu tidak melaut menangkap ikan. Ditarikan oleh 10 penari dan 2 penari pria.