Pameran Seni Rupa “Gatholoco”

Date: 
Senin, 24 November, 2014 to Jumat, 28 November, 2014
Lokasi: 
Balai Soedjatmoko Bentara Budaya
Categories: 

Pameran Seni Rupa “Gatholoco”

Pembukaan : 24 November 2014, pkl 19.30
Pameran : 25-28 November 2014, pkl 09.00-21.00
Tempat : Balai Soedjatmoko Bentara Budaya
Jl. Slamet Riyadi 284 Solo. (kom.TB Gramedia Surakarta)

Awalnya, Gatholoco merupakan nama sebentuk suluk mistisisme Jawa yang diperkirakan berasal dari awal abad ke-19. Suluk ini mengejutkan karena gaya penulisannya yang sangat terbuka dan vulgar, hingga menjadi kontroversi. Sosok Gatholoco sebagai tokoh utama yang dikisahkan memang aneh. Sosok yang mempunyai kesadaran batin dan terkesan nyeleneh, berpenampilan buruk, berbau busuk, bermulut kotor, pembantah, filosofis, dan berpikiran seksual. Sosok ini mampu memandang sesuatu yang dianggap tabu sebagai sesuatu yang bernilai spritual. Nama Gatholoco sendiri sudah menyuratkan sesuatu yang tabu (gatho: barang tersembunyi, loco: mengocok, mengelus) sudah berasosiasi ke penis karena memang dimaksudkan sebagai simbol seksual kelelakian. Gatholoco adalah simbol sebuah paradoks, pertentangan yang selalu muncul, antara yang baik dan buruk saling berkelindan, kebaikan berbungkus keburukan, keburukan berbungkus kebaikan. Maka, Negeri Gatholoco adalah sebuah negeri yang penuh dengan kontroversi, paradoksal, dan satire.

Pameran kali ini menampilkan karya-karya perupa yang berasal dari kota Magelang, mereka terdiri dari Kaji Habeb yang memiliki latar pendidikan dari IAIN Yogya, dan aktif dalam dunia teater, kemudian ada Untung Nugroho yang dulunya kuliah seni rupa di FKIP UNS Solo, dan selama kuliah Untung justru lebih dikenal sebagai musisi rock, mungkin hanya Wahudi yang benar-benar melukis sejak remaja hingga kini. Mereka bertiga kini tinggal di Magelang, dan berkesenian di kota tersebut.