Tidak Bisa Lebih Cepat, Terancam Diganti

Jum, 30/12/2016 - 14:44 -- a60es

Semarang - Gubernur Jawa Tengah melantik 49 pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di Grhadhika Bhakti Praja, Jumat (30/12). Namun, dua jabatan strategis belum terisi, yakni Kepala Biro Umum dan Kepala Biro Keuangan.

Prosesi pelantikan tampak hikmat. Pasalnya, seluruh pejabat yang dilantik belum mengetahui jabatan yang diemban sebelum namanya dibacakan petugas. Bahkan, berbeda dengan pelantikan sebelumnya, saat berkas diserahkan Gubernur kepada Plt Kepala Bagian Protokol, Alamsyah, daftar nama pejabat yang dilantik masih berada dalam amplop coklat bersegel.

Menurut Gubernur Ganjar Pranowo, penyerahan daftar penempatan pejabat eselon II sesaat sebelum pelantikan dilakukan agar tidak ada kebocoran yang nantinya berdampak pada “cerita” yang tidak mengenakkan. Dia juga memastikan penentu akhir penempatan personel hanya dua orang, yakni gubernur dan wakil gubernur. Namun, semua itu tidak lepas dari hasil tes kapasitas yang telah diselenggarakan sebelumnya.

“Yang menentukan ini hanya dua orang. Wagub dan gubernur. Tidak ada yang lain. Ini semata-mata karena betul-betul sudah masuk ranah politik. Proses objektifnya bapak ibu sudah menjalankan. Kita mempertimbangkan hal itu sehingga kita menentukan ini,” tegasnya, pada Upacara Pengukuhan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan pengambilan Sumpah/ Janji Jabatan dan Pelantikan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Disampaikan, pemberitaan yang berkembang saat ini yang memperkirakan ada pejabat yang tidak medapatkan “kursi”, tidak terbukti. Seluruh pejabat eselon II yang lama mendapat tempat, kecuali satu orang yang mengajukan pensiun, yakni Ir Gayatri Indah Cahyani MSi. Tujuh orang yang tidak menduduki jabatan sebagai kepala SKPD dan staf ahli, mendapat penugasan khusus, baik di bidang reformasi birokrasi, teknologi lingkungan, keolahragaan dan kepemudaan, kajian industri dan lingkungan hidup, mental dan spiritual, komunikasi publik, serta akuntabilitas pelayanan publik. Ganjar juga memberikan apresiasi khusus kepada Hendri Santosa SE Ak MSi CA, yang mengajukan mundur dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah, karena tidak berhasil mencapai target pendapatan daerah.

Gubernur mengakui pascapelantikan, reaksi mereka bisa beragam. Ada yang suka mendapatkan tugas baru, ada pula yang kurang sreg dengan posisinya sekarang. Dia bersama wakil gubernur dan sekretaris daerah membuka peluang bagi mereka untuk berkomunikasi. Prinsipnya, pada 2017 dengan pola baru, semuanya mesti bisa sprint untuk mencapai target yang ditentukan. Akselerasi dilakukan dengan mengoptimalkan peran staf ahli, penugasan khusus, serta dewan riset daerah.

Dia juga tidak menampik jika dalam waktu pendek ini ada kemungkinan terjadi pergeseran posisi, mengingat ada yang memasuki masa pensiun, dan bisa jadi ada yang mau bergeser menjadi Widya Iswara. Mereka yang tidak bisa menyesuaikan tugasnya dengan cepat pun bakal diganti. Tidak ada kompromi pada 2017. Semua harus bersama-sama lari kencang mencapai target dengan riil, bukal virtual.

“Maka izinkan saya menyampaikan di depan dengan enak, saya minta maaf kalau kemudian dari tim yang membantu saya, kita minta untuk mengakselerasi. Bapak/ Ibu yang di SKPD tidak lebih cepat, izinkan di awal saya menyampaikan kayaknya saya harus mengganti lagi. Fair semuanya, terbuka semuanya, enak semuanya. Semua akan diukur dengan kinerja masing-masing,” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Disinggung mengenai dua posisi yang masih kosong, Ganjar menyampaikan jika kekosongan itu karena dia belum menemukan calon yang tepat. Posisi tersebut akan dilelang untuk umum, setidaknya pada Januari mendatang. Tentunya, mereka yang berhak mengikuti lelang terbuka adalah yang memenuhi persyaratan kepegawaian.

“Kita tes lagi, karena Biro Umum itu sekarang juga membawahi media. Maka saya membutuhkan orang yang kira-kira betul-betul bisa mem-back up seluruh yang ada di gubernuran, termasuk media. Dan media memang dari dulu saya tidak mudah mencari. (Kandidat calon) Yang penting minimum standar terpenuhi, sehingga saya milihnya enak. Nggak lama lagi, kalau Plt kan nggak bisa ambil keputusan. Januari ini harapan saya bisa,” tandasnya.

Berikut daftar pejabat eselon II yang dilantik :

1.Sarwa Pramana SH MSi, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah.

2.Drs Achmad Rofai MSi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Jawa Tengah.

3.Eddy Djoko Pramono SH MH MT, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jawa Tengah.

4.Herru Setiadhie SH MSi, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jawa Tengah.

5.Drs Supriyono MM, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Tengah.

6.Indrawasih SH MH, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah.

7.Prijo Anggoro Budi Rahardjo SH MSi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah.

8.Drs Budiyanto Eko Purwono MSi, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah.

9.Dra Peni Rahayu MSi, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jawa Tengah.

10.Drs Tavip Supriyanto MSi, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Setda Provinsi Jawa Tengah.

11.Drs Budi Wibowo MSi, Asisten Administrasi Sekda Provinsi Jawa Tengah.

12.Ir Dyah Lukisari MSi, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah.

13.Drs Ign Indra Surya MHum, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah.

14.Drs Kunto Nugroho Hari P MSi, Inspektur Provinsi Jawa Tengah.

15.Ir Sujarwanto Dwiatmoko MSi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah.

16.Drs Mohamad Arief Irwanto MSi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah.

17.Sari Puspita Andriani Sulistyowati SH, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Tengah.

18.Ir Ihwan Sudrajat MM, Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah.

19.Drs Sinoeng Noegroho Rachmadi MM, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Tengah.

20.Drs Gatot Bambang Hastowo MPd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

21.dr Yulianto Prabowo MKes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

22.Ir Bambang Nugroho Kristiadji MSi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah.

23.Prasetyo Budie Yuwono ME, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah.

24.Drs Rudy Apriyantono MSi, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah.

25.Drs Nur Hadi Amiyanto Med, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

26.Dra Wika Bintang MM, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah.

27.Ir Teguh Dwi Paryono MT, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah.

28.Urip Sihabudin SH MH, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.

29.Ir Satriyo Hidayat, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.

30.Dadang Somantri ATD MT, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah.

31.Muhammad Arif Sambodo SE MSi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.

32.Dra Ema Rachmawati MHum, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah.

33.Ir Yuni Astuti MA, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah.

34.Ir Suryo Banendro MP, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah.

35.Ir Agus Wariyanto SIP MM, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah.

36.Ir Lalu Muhamad Syafriadi MM, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah.

37.Ir Sugeng Riyanto MSc, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

38.Drs Sudaryanto MSi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jawa Tengah.

39.Dra Sri Kusuma Astuti MSi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah.

40.Dr Prasetyo Aribowo SH MSoc SC, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Tengah.

41.Muhamad Masrofi SSos MSi, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.

42.Taufik Hidayat SH MSi, Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Penguatan Kelembagaan.

43.Nunuk Hardiyani SH MSi, Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah Bidang Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik.

44.Petrus Edison Ambarura SE MSi, Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.

45.Ir Maladiyanto MT, Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah Bidang Infrastruktur.

46.Ir Whitono MSi, Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah Bidang Kedaulatan Pangan.

47.Siswolaksono SH MKn, Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.

48.Ir Tegoeh Wynarno Haroeno MM, Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah Bidang Pengembangan Energi.

49.Riena Retnaningrum SH, Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

Penugasan Khusus :

1.Suko Mardiono SH MM, penugasan bidang Reformasi Birokrasi.

2.Ir Bowo Suryono MM, penugasan bidang Teknologi Lingkungan.

3.Drs Budi Santoso MSi, penugasan bidang Keolahragaan dan Kepemudaan.

4.Ir Agus Sriyanto MSi, penugasan bidang Kajian Industri dan Lingkungan Hidup.

5.Rahardjanto Pudjiantoro SH MT, penugasan bidang Mental dan Spiritual.

6.Agus Utomo SSos, penugasan bidang Komunikasi Publik.

7.Hendri Santosa SE Ak MSi CA, penugasan bidang Akuntabilitas Pelayanan Publik.

(Biro Humas Setda Prov Jateng)