Terima Anugerah Bintang Veteran, Ganjar Justru Galau

Jum, 06/01/2017 - 17:22 -- a60es

Semarang - Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menerima Anugerah Bintang Legiun Veteran Indonesia dari Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (DPP LVRI). Penghargaan diserahkan Wakil Ketua Umum DPP LVRI Letjend TNI Purn Sukarto saat acara Penganugerahan Bintang Veteran RI di HUT ke-60 LVRI di Wisma Perdamaian, Jumat (6/1)

Menurut Sukarto, anugerah tersebut diberikan karena gubernur dinilai memberikan perhatian yang luar biasa kepada LVRI. Tidak hanya perhatian dalam bentuk bantuan sosial, tapi juga upaya dalam mewariskan nilai-nilai juang 1945.

"Penganugerahan bintang LVRI ini merupakan ekspresi terima kasih legiun veteran pusat atas perhatian Bapak Gubernur kepada para veteran, khususnya di Jateng yang telah membantu program bedah rumah, bantuan sosial, serta ikut membantu terlaksananya program mewariskan nilai-nilai juang 45 yang menjadi salah satu misi LVRI," katanya.

Menyikapi kondisi masyarakat akhir-akhir ini, lanjut Sukarto, LVRI menghargai kebijakan pemerintah yang terus berupaya keras memberantas korupsi, narkotika dan tindakan-tindakan ekstrem lain yang bisa menggoyah kesatuan dan persatuan bangsa.
LVRI juga senantiasa menyerukan agar seluruh anggotanya bisa mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika dan berpegang teguh pada dasar negara Pancasila.

Menerima Anugerah Bintang Legiun Veteran, Gubernur Ganjar Pranowo mengaku galau. Sebab, banyak pemimpin di era sekarang yang tidak sanggup melaksanakan amanah rakyat, setelah upaya keras mencapai kemerdekaan yang telah diperjuangkan para veteran.

"Saya beberapa bulan terakhir ini lagi bersedih. Bersedih pada banyak hal. Yang pertama saya seperti 'dikamplengi' di depan umum karena para pemimpin, atau barangkali saya sendiri tidak sanggup melaksanakan amanah rakyat yang sudah diperjuangkan Bapak/ Ibu. Apa yang terjadi? Kasus OTT di Kebumen mencoreng muka kita, menusuk batin kita, mencederai hati rakyat di luar sana," urainya.

Belum selesai Kebumen, sambung Ganjar, Bupati Klaten terkena OTT. Padahal, para pejabat di Jawa Tengah yang dilantik selalu melakukan penandatanganan pakta integritas. Para bupati/ wali kota juga mengikuti traning of trainer di KPK. Bahkan KPK sering diundang ke Jawa Tengah untuk memberikan pelatihan mengenai integritas.

"Saat ditanya wartawan mengenai komentar saya terhadap Bupati Klaten yang di OTT, saya seperti disambar petir. Komentar saya pertama, kita sudah menandatangani pakta integritas. Kita sudah undang KPK berkali-kali ke Jateng sampai jadi percontohan nasional. Lalu yang kita teken ini apa? Maaf kalau saya tidak bisa santun dalam berucap. Saya hanya bertanya, kawan-kawan itu komit atau komat kamit. Itu perusak bangsa dan negara," ungkap mantan anggota DPR RI ini.

Upaya melakukan revolusi mental, membentuk tim sapu bersih pungutan liar, kata dia, tidak akan bisa terlaksana tanpa komitmen penuh dari para pejabat negara. Melihat kondisi sekarang, cerita perjuangan meraih kemerdekaan yang luar biasa, seperti dikencingi generasi penerus. Semua bicara hanya sekadar mengejar materi.

"Saya hari ini sedih bercampur gembira. Sedih karena kasus-kasus yang terjadi. Gembira karena senior-senior saya memberikan semangat yang luar biasa. Bapak/ Ibu tidak hanya memberi saya senjata berupa mortir, tapi nuklir untuk menggerakkan, mendidihkan lagi semangat," ujar gubernur.

Ganjar membayangkan, jika penerus bangsa memegang kuat integritas, maka bangsa pasti akan jaya dan para pahlawan pun bangga. Sebab, generasi penerus mampu melaksanakan cita-cita proklamasi. (Humas Jateng)