Stop Suap Di Proyek Konstruksi!

Sab, 07/01/2017 - 09:10 -- a60es

Semarang - Tender proyek konstruksi yang dilakukan oleh pemerintah, meski telah dilindungi peraturan dan perundang-undangan, kenyataannya masih sangat rawan tindak korupsi. Ada saja kontraktor yang berupaya melakukan suap kepada pejabat publik untuk mendapatkan tender. Suap itulah yang memicu para kontraktor berbuat curang dalam pembangunan konstruksi, dengan cara mengurangi kualitas pembangunan agar tetap mendapatkan untung.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP sangat menyayangkan kondisi tersebut. Dia bahkan menyebut, praktik itu juga masih dilakukan di Jawa Tengah. Penandatanganan pakta integritas oleh pejabat publik saat dilantik, ternyata tidak dapat menjadi jaminan dalam mengurangi praktik suap-menyuap.

"Yang Kebumen itu baru dua minggu latihan sama KPK. Klaten itu adalah salah satu dari 17 bupati/wali kota terpilih yang saya lantik di Simpang Lima dan saya ajak mereka semua ke KPK. Di sana dilakukan ToT bagaimana yang mesti kita lakukan terhadap antikorupsi. Ternyata habis ToT gantian di OTT," katanya saat memberikan sambutan pengukuhan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Jawa Tengah periode 2016-2020 di Ruang Rapat Kantor Gubernur, Jumat (6/1).

Oleh karena itulah, Ganjar berharap besar, dengan dikukuhkannya LPJK yang baru, mereka dapat membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk tidak bermain suap di dalam proyek konstruksi di Jawa Tengah. Apalagi, dalam pengukuhan tersebut, seluruh anggota LPJK yang baru melakukan penandatanganan pakta integritas yang disaksikan langsung olehnya.

"Nilai untuk yang pakta integritas ini, bisa tidak, di Jawa Tengah itu tidak nyogok, tidak motong," tanyanya tegas.

Pakta integritas tersebut, lanjut Ganjar, merupakan bentuk dari niat dan komitmen LPJK untuk membawa nilai-nilai kebaikan dan kejujuran dalam penyediaan jasa konstruksi, khususnya jalan dan jembatan. Nilai kebaikan itu akan memunculkan kualitas konstruksi yang sesuai dengan target yang diharapkan.

LPJK juga diminta bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk membuat inovasi dalam menyelesaikan permasalahan jalan rusak. Seperti, jalan berlubang, struktur geologis yang bergerak dan juga faktor cuaca.

"Nembel jalan sing paling apik kuwi ilmune apa? Jalan biar tidak pecah itu ilmunya apa? Bagaimana melihat kondisi geologis yang bergeser terus itu, konstruksi yang paling bagus itu apa? Bisa tidak saya dibantu?," pinta Ganjar.

Ganjar berharap LPJK Jawa Tengah dapat membantu mewujudkan mimpinya, yaitu memuluskan jalan di seluruh Jawa Tengah agar tidak kalah dengan provinsi tetangga. dengan perda.(Humas Jateng)