Songsong 2017, Wagub Ajak Tingkatkan Kebersamaan

Min, 01/01/2017 - 10:38 -- humasjtg3

Semarang - Kebersamaan antara pemerintah dan dan seluruh komponen masyarat sangat diperlukan tidak hanya untuk menjaga kerukunan. Namun juga untuk memajukan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Karenanya, kebersamaan tersebut mesti dijaga, sekarang dan selamanya.

"Sekarang kita lepas tahun 2016 dan menyongsong tahun baru 2017. Kita semua harus terus bersama memajukan bangsa Indonesia," ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs Heru Sudjatmoko MSI, saat memberi sambutan pada tasyukuran menyongsong tahun 2017 di lantai dasar Kantor Gubernur, Sabtu (31/12) malam

Dalam acara bertema "Merajut Kebersamaan Menuju Jateng Damai dan Bermartabat" tersebut, wakil gubernur menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jateng, termasuk semua tamu yang hadir atas dukungannya bersama-sama memajukan pembangunan, menjaga keamanan, serta kerukunan di Jateng

"Kami semua ngrumangsani, kalau tidak disengkuyung rakyat dan panjenengan semua kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau pun bisa berbuat tapi cuma sedikit. Alhamdulillah kita selalu dalam keadaan aman dan damai," katanya.

Meski ada riak-riak atau bermacam persoalan kecil termasuk radikalisme atau terorisme, menurutnya itu adalah dinamika dan semua ada hikmahnya. Selain itu Jateng merupakan badian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga jika di Jakarta atau daerah lain di penjuru nusantara terjadi sesuatu, juga akan berpengaruh di Jateng.

Selain Wakil Gubernur, hadir pula dalam acara tasyukuran itu Sekda Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP, mantan Gubernur Jateng Drs Ali Mufiz MPA, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono,Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi, Ketua MUI Jateng KH Dr Ahmad Daroji, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, Forkopimda, SKPD, serta para pejabat di lingkungan Setda Provinsi Jateng.

Senada diutarakan KH Budiharjono dalam tauziahnya. Dikatakan, masyarakat Jateng harus senantiasa bersyukur kepada yang Maha Kuasa. Karena selain diberikan kehidupan kehidupann yang tentram dan damai, wilayah Jateng juga dikaruniai kesuburan dan kekayaan alam melimpah.

"Gunung berapi di dunia yang paling banyak ada di Jawa, terutama di Jawa Tengah. Pulau Jawa ini disebut paku bumi karena kekuatan dan kekayaan alamnya yang melimpah," terangnya.

Dalam kesempatan itu, KH Budiharjono membagikan caping kepada para tamu. Caping seperti caping yang dipakai petani pada umumnya itu sebagai simbol Jateng menjadi lumbung pangan dan kejayaan Indonesia. Sehingga siapa pun termasuk pejabat pemerintahan harus menjaga kekestarian dan kekayaan alam.

Suasana semakin khidmad ketika seluruh peserta tasyukuran melantunkan shalawat berbahasa Jawa "Turi Putih", yang menceritakan tentang makna kelahiran manusia, amal yang diperbuat, hingga kematian menjemput. Acara ditutup dengan menyanyikan tembang "Caping Gunung" sebagai simbol dan harapan tahun berikutnya Jateng semakin makmur dan sejahtera. Dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko diberikan kepada Ali Mufiz yang merupakan salah satu tokoh masyarakat Jateng. (Humas Jateng)