Sempat Deg-Degan Tidak Dipanggil

Jum, 30/12/2016 - 19:40 -- a60es

Semarang - Sejak pukul 06.00 WIB, Jumat (30/12) ribuan pejabat eselon III dan IV sudah berkumpul di halaman Kantor Gubernur Jateng. Mereka mengenakan pakaian adat Jawa, untuk mengikuti acara pelantikan pejabat administrator, pejabat pengawas dan pejabat fungsional widyaiswara. Pelantikan besar-besaran tersebut dilakukan terkait dengan penempatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru.

Diiringi dengan hujan gerimis yang turun sejak Kamis malam dan suasana yang gerah karena mengenakan baju adat, mereka sabar menanti hingga dimulainya acara pada pukul 07.10 WIB. Satu per satu pejabat yang akan dilantik Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dibacakan namanya oleh MC. Dimulai dari jabatan administrator sebanyak 370 orang, kemudian jabatan pengawas sebanyak 1.105 orang. Membutuhkan waktu lebih dari tiga jam untuk menyelesaikan pembacaan tersebut. Pembaca surat keputusannya pun mencapai 11 orang.

Nurheni Siswati, salah satu pejabat yang akan dilantik, mengaku sempat deg-degan karena MC tak kunjung membacakan namanya. Setelah menunggu hampir tiga jam, akhirnya mantan Kepala Sub Bagian Publikasi dan Penerbitan pada Bagian Publikasi Biro Humas itu, lega. Namanya disebut pada urutan 1.068 dengan jabatan barunya sebagai Kepala Seksi pada bidang Promosi Penanaman Modal Dinas Penanaman pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

“Tadi sempat deg-degan karena saya dan Pak Katili (mantan Kasubag Peliputan), dipanggilnya sudah hampir akhir. Nggak disebut-sebut. Jangan-jangan tidak dipanggil. Undangan kemarin malam juga informasinya tidak begitu jelas,” tuturnya usai dilantik.

Disinggung mengenai persiapannya sebelum pelantikan, perempuan yang akrab dipanggail Heni itu menyampaikan hanya menyiapkan mental untuk dipindah di mana pun.

Senada disampaikan Hatta Hatnansya Yunus, SSTP MSi. Dia yang kini menjabat sebagai Kepala Unit Pelayanan Dan Pengoperasian Ilmu Pengetahuan, Teknologi Dan Inovasi pada Bidang Penyusunan Program, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah menuturkan, sebelum pelantikan dia hanya bersiap dengan berdoa agar dapat menjalankan tugas dengan baik di tempatnya yang baru.

"Bagi kami, jabatan itu amanah. Jadi kita harus siap dimana pun. Tour of duty, tour of area bagi kami suatu hal yang wajar untuk pengayaan dan pengalaman. Karena itu, persiapan khusus saya hanya berdoa. Semoga saya bisa menjalankan tugas baru dengan baik," tuturnya yang baru menerima indangan pukul 06.00 WIB.

Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo dalam sambutannya mengakui, tidak mudah menempatkan para pejabat eselon III dan IV di posisinya yang baru, sesuai dengan proses dan kompetensinya. Namun, dia menjamin, seluruh proses yang telah dilalui berlangsung dengan objektif.

"Ketika proses ini kita lakukan, maka yang pertama saya dan Pak Heru (Wakil Gubernur), secara politik yang bertanggungjawab atas seluruh proses ini. Pak Sekda yang bertanggung jawab secara administrasi dan pansel yang pernah kita bentuk atau pun dari BKD yang sudah bekerja, saya menjamin semuanya objektif. Maka proses ini, suka tidak suka, mau tidak mau harus kita lakukan. Ada yang bergabung, ada yang kemudian harus menyesuaikan diri dan itu menjadi sunatullah dari proses yang ada pada hari ini," urainya.

Lebih lanjut Ganjar menegaskan, seluruh pejabat yang dilantik adalah orang-orang terpilih yang diberikan kepercayaan untuk menyelesaikan PR yang daftarnya masih panjang dan berat di Jawa Tengah. Mulai dari pendidikan, kesehatan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, infrastruktur, hingga kemiskinan.

"Bapak/ Ibu adalah orang-orang yang terpilih. Orang-orang yang hari ini diberikan kepercayaan penuh untuk menyelesaikan tugas-tugas itu. Kita akan melakukan percepatan pekerjaan kita. Percepatan ini butuh energi, butuh tenaga, dan butuh konsentrasi," tegas mantan anggota DPR RI ini.

Mengingat hal itu, Ganjar meminta, seluruh eselon III dan IV yang berada pada jajaran teknis, mampu memberikan ide-ide segar, dan terobosan-terobosan dalam melayani masyarakat, dengan menjunjung slogan mudah, murah, dan cepat.

"Tentu kemudahan, kemurahan dan kecepatan itu punya payung regulasi. Maka jika kita menemukan regulasi yang membikin lama, mari diusulkan agar regulasi kita perbaiki, agar kemudian bisa mempermudah," ajaknya. (Biro Humas Setda Prov Jateng)