Samsat Semarang I Terbaik

Rab, 28/12/2016 - 13:45 -- a60es

Semarang - Sistem Administrasi Manunggal di Bawah Satu Atap (Samsat) Kota Semarang I terpilih sebagai terbaik I penilaian Samsat Idol Tahap II. Penghargaan diserahkan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP kepada Kepala UP3AD Kota Semarang I pada Apel Pagi di Halaman Kantor Gubernur, Rabu (28/12).

Penghargaan juga diberikan kepada Kepala UP3AD Kabupaten Karanganyar sebagai terbaik II dan Kepala UP3AD Kabupaten Magelang sebagai terbaik III.

Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan penghargaan yang diberikan merupakan bagian spirit untuk melakukan pelayanan publik. Bagaimana pun masyarakat masih mengukur jalannya pemerintahan dari pelayanan yang diberikan kepada warganya.

"Semakin kecil komplain yang ada, semakin kepuasan dari masyarakat tinggi. Maka pada saat itu pemerintah (dinilai) berjalan dengan baik," bebernya.

Untuk itu, Ganjar meminta seluruh jajarannya agar terus mengedepankan pelayanan terbaik yang cepat, mudah, murah. Cepat dengan berupaya mematuhi waktu yang telah ditentukan, mudah dengan memotong prosedur yang berbelit-belit. Murah, bisa jadi diartikan bebas biaya alias gratis. Namun, jika memang ada biaya yang dibebankan, mesti disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

"Kalau memang ada biayanya, berarti masyarakat tahu persis biayanya. Berapa yang harus dibayar dan mereka harus mengetahui tarif itu. Mereka harus dikasih tahu ada yang bayar, ada yang tidak bayar. Tiga ini (cepat, mudah, murah) kita bayangkan akan jadi satu pegangan buat kita semuanya," kata Ganjar.

Diakui, sejumlah layanan di Provinsi Jawa Tengah semakin baik. Dia menunjuk contoh layanan di Samsat, rumah sakit, Dinas Bina Marga, dan sebagainya. Bahkan di level provinsi, komplain kerusakan jalan semakin kecil. Sebaliknya, komplain jalan nasional membengkak. Melihat hal tersebut, gubernur tidak tinggal diam dan berupaya menarik pemerintah pusat untuk turun ke Jawa Tengah. Mereka pun diminta mengikuti mekanisme kerja di provinsi ini, yakni memotret kondisi sebelumnya, saat mengerjakan, dan hasil akhirnya di lokasi yang sama.

Jelang pergantian tahun, Ganjar meminta kekompakan terus dijalin. Permasalahan yang ada diharapkan diselesaikan di internal pemerintah provinsi, tidak menyampaikannya di luar. Dia membuka peluang komunikasi dengan jajarannya, termasuk para staf, baik melalui pertemuan langsung, media sosial, maupun SMS.

"Mohon kekompakan. Ketika ada yang tidak setuju, ketika ada yang protes, sampaikan kepada pimpinan. Jangan disampaikan keluar. Kecuali, pimpinannya dilaporkan kepada saya, saya ndablek, disampaikan ke Pak Heru, Pak Heru diam saja, disampaikan kepada Pak Sekda, Pak Sekda diam saja, bolehlah dilempar keluar," sorotnya.

Dikatakan, awal 2017 sekaligus diberlakukannya SOTK yang lebih ramping. Ganjar berharap pascapenempatan personel, seluruhnya bisa langsung "lari" cepat. Apalagi, tahun itu bertepatan dengan empat tahun kepemimpinan Ganjar-Heru, dan menjadi penentu keberhasilan pembangunan. Isu-isu penting, seperti infrastruktur, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pangan, energi, dan lainnya, menjadi prioritas.

"Mereka akan kita buatkan kelompok tim kecil-kecil untuk membuat target-target dengan cepat. Mudah-mudahan nanti fitting-nya bisa lebih baik. Dan saya garisbawahi, ketika ada masalah, sampaikan kepada saya. Jangan sungkan, jangan tanggung-tanggung," tandas gubernur. (Biro Humas Setda Prov Jateng)