Presiden Bagikan KIP Khusus Anak Yatim

Sen, 09/01/2017 - 12:36 -- a60es

Pekalongan - Keinginan Presiden Ir H Joko Widodo untuk memperluas distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada anak yatim, terealisasi di Lapangan Masjid Al-Djunaid Pondok Pesantren Modern Al-Qur'an, Kecamatan Bumirejo, Minggu (08/1). Presiden memang memperluas distribusi kartu ke anak yatim di Indonesia karena selama ini KIP hanya diberikan kepada siswa tidak mampu yang diajukan oleh sekolah dan diverifikasi oleh Kementerian Pendidikan.

“Kartu-kartu ini kita bagi, karena kita ingin memberikan pemerataan ekonomi dan memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia supaya semuanya mendapatkan manfaat dari kartu-kartu yang diberikan termasuk yang ada di Pekalongan ini,” kata Jokowi.

Jumlah KIP yang dibagikan untuk anak yatim di Pekalongan sebanyak 236 KIP. Kartu dibagikan untuk anak yatim yang duduk di bangku sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA/ SMK. Siswa SD mendapat bantuan Rp 450 ribu/ tahun, SMP Rp 750 ribu/ tahun, dan SMA/ SMK Rp 1 juta/ tahun. Bantuan itu diminta digunakan untuk membeli berbagai keperluan sekolah, seperti buku, tas, sepatu, dan seragam sekolah. Rencananya, KIP khusus bagi anak yatim akan dibagikan kepada 896 ribu anak di seluruh Indonesia.

"Tapi janji loh ya ini duitnya bukan untuk membeli pulsa. Kalau ketahuan buat beli pulsa maka nanti kartunya akan dicabut. Duitnya harus buat beli keperluan sekolah, misal beli buku, seragam sekolah, atau lainnya,"ucapnya seraya mengingatkan.

Selain KIP khusus anak yatim, Presiden Jokowi juga membagikan kartu PKH kepada warga kurang mampu. Dengan memiliki PKH, warga akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 1,9 juta setahun. Bantuan itu bisa dicairkan empat kali dalam setahun.

"Yang ini (penerima kartu PKH) juga janji loh ya duitnya tidak untuk membeli pulsa atau diminta bapaknya untuk beli rokok, tidak boleh. Duitnya untuk beli makanan bergizi buat anak-anak dan untuk keperluan sekolah agar mereka tambah pintar dan sehat," tutur mantan Gubernur DKI itu.

Penyandang disabilitas dan warga lanjut usia juga tidak luput dari perhatian Presiden Jokowi. Bagi warga tidak mampu penyandang disabilitas diberikan bantuan Rp 300 ribu/ bulan, dan warga lanjut usia Rp 200 ribu/ bulan. (Humas Jateng)