Penting, PMT untuk Tumbuhkan Generasi Sehat dan Pandai

Sen, 09/01/2017 - 01:37 -- a60es

Pekalongan - Program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil, balita, dan anak-anak sekolah penting dilakukan sebagai upaya melahirkan generasi bangsa yang sehat, pandai, dan mampu bersaing dengan negara lain.

"Pemberian makanan tambahan berupa biskuit ini supaya nanti anak yang lahir menjadi anak sehat, pintar dan pandai karena gizinya terjamin. Selain itu juga harus makan tempe, tahu, telur, dan daging agar ibu hamil dan anak-anak sehat," ujar Presiden Joko Widodo saat memberi pengarahan tentang pentingnya PMT di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, (8/1).

Ia menjelaskan, untuk ibu hamil dengan umur kehamilan satu sampai tiga bulan, dianjurkan mengkonsumsi biskuit dua keping per hari. Untuk kandungan berusia empat sampai sembilan bulan, makan tiga keping per hari. Sedangkan anak usia kurang dari satu tahun, perlu dibiasakan menyantap delapan keping biskuit per hari.

"Anak sekolah (minimal) satu hari enam keping. Terutama kepada anak yang kurus-kurus, pemberian makanan ini sangat penting. Jangan seperti ini, terlalu kurus kaya saya badannya," seloroh presiden sembari menunjuk seorang anak balita bertubuh kurus.

Melalui program pemberian makanan tambahan dari pemerintah ini, diharapkan semua anak menjadi generasi yang sehat, pintar, dan kuat. Sehingga, kelak Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara maju. Apalagi pada 10 atau 20 tahun mendatang, persaingan di berbagai bidang kian ketat dan berat.

"Kalau anak-anak saat ini tidak sehat dan tidak pandai, maka akan kalah dalam persaingan. Karena itu penting diberikan makanan tambahan yang bergizi supaya sehat dan pintar," imbuhnya.

Sementara itu Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek yang turut mendampingi presiden dalam kunjungan kerja ke Jateng menyebutkan, makanan tambahan di Kota Pekalongan dibagikan kepada sebanyak 240 orang ibu hamil, 360 balita dan 460 anak sekolah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan status gizi, untuk Jateng tercatat 16,9 persen, dan khusus di Kota Pekalongan 22 persen. Angka ini masuk kategori tinggi karena seharusnya hanya 10 persen.

Selain anak kekurangan gizi, kata dia, kasus balita pendek (stunting) seharusnya di bawah 20 persen, namun di Jateng sebanyak 23 persen. Termasuk anak kurus, semestinya tidak boleh kurang dari lima persen tapi di Jateng mencapai 9,6 persen. Persentase di Kota Pekalongan bahkan lebih tinggi, yakni 15 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena faktor para ibu yang kekurangan protein. Sebab, ada kebiasaan bagi sebagian besar ibu hamil yang pantang makan makanan berprotein tinggi. Seperti ikan, cumi, telur, dan makanan tinggi protein lainnya. Padahal, kekurangan protein semasa hamil bisa mengakibatkan kurang gizi, kejang, pendarahan, anemia, dan ancaman penyakit lainnya.

"Saya titip kepada Ibu Susi selaku Menteri Kelautan dan Perikanan untuk turut menyosialisasikan pentingnya gizi bagi ibu hamil. Apalagi ini kampung nelayan yang seharusnya mereka bisa memakan ikan dan jika ikan laut, ikan tangkap pun seharusnya bisa dikembangbiakkan untuk menambah protein ibu-ibu hamil," jelasnya.

Dalam rangkaian kunjungan kerja selama dua hari ke Kota dan Kabupaten Pekalongan serta Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah itu, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan dan Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP menyerahkan PMT kepada sejumlah perwakilan ibu hamil, balita, dan anak sekolah, serta bantuan kepada masyarakat kurang mampu berupa beras, gula pasir dan bahan pokok lainnya.

Turut hadir pada acara tersebut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dan Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Ari Setiawan.

Jokowi beserta rombongan tiba di Bandara Ahmad Yani Kota Semarang pada Minggu pagi, kemudian bertolak ke Pekalongan menggunakan Helikopter Super Puma milik TNI AU. Setiba di Lapangan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan sekitar pukul 10.30 WIB, mantan Wali Kota Surakarta itu langsung menuju Ponpes At Taufiqi di Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan untuk silahturrahim, kemudian menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriah bersama Habib Muhammad Lutfi bin Yahya di Gedung Kanzus Salawat di Kota Pekalongan. (Humas Jateng)