Pendidikan Jateng Harus Jujur

Rab, 05/02/2014 - 11:10 -- humasjtg

SEMARANG - Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah harus bisa menjadi pengawas, control, dan, mediator untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan yang ada di Jawa Tengah. Kerja sama dengan pemerintahan proinsi bersama dinas pendidikan provinsi harus selalu disinergikan.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, H Ganjar Pranowo SH, saat menerima audensi Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, di Ruang Kerja Gubernur, Senin(3/2). Menurutnya, kualitas pendidikan di Jawa Tengah perlu di tingkatkan dari segi mutu dan prestasi. Pendidikan yang berbasis lokal seperti berbahasa jawa juga harus dilaksanakan di berbagai unsur pendidikan.

Dalam meningkatkan pendidikan di Jawa Tengah, imbuh Ganjar, mutlak diperlukan sinergi yang lebih baik antara pemerintah dan pelaku pendidikan. Sehingga, Dewan Pendidikan bisa menjadi mediator dengan pemerintah dan DPRD sebagai pelaksana dalam bidang pendidikan.

“Pendidikan di Jawa Tengah harus jujur dengan menjaga standart mutu pendidikan, kerja sama yang baik dengan semua unsur pendidikan. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Dan Dewan Pendidikan harus progresif,” tegas beliau.

Sementara itu, menurut AT Sugito dari Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mengatakan, Dewan Pendidikan selalu konsen dengan pengawasan pendidikan, peningkatan mutu dan menjaga kualitas pendidikan di Jawa Tengah. Termasuk, mendukung penuh peningkatan sarana prasana pendidikan, dan sebagai mediator dan mitra sejati pendidikan di Jateng. Dewan Pendidikan bisa sebagai jembatan antara lembaga eksekutif, legislatif dan masyarakat pendidikan. Dengan demikian, akan terjadi satu kesatuan baku untuk memajukan kualitas pendidikan di Jateng.

“Monitoring akan terus dilakukan untuk menjaga peningkatan pendidikan di Jawa Tengah. Kami juga akan melakukan pengecekan terhadap persiapan UN 2012 dan 2013, memonitor satuan kerja PTS, implementasi bahasa jawa yang dimasukkan ke muatan lokal dan kurikulum, adanya desa vokasi, dan melaksanakan pendidikan bagi masyarakat berkebutuhan khusus. Selain itu, juga membina nasionalisme dan rasa kebangsaaan di Jawa Tengah sebagai Benteng Pancasila dan pusat budaya jawa,” kata dia. **Humas Jateng