Pendataan Kartu Tani Segera Dilakukan

Rab, 05/02/2014 - 10:51 -- humasjtg
SEMARANG - Pendataan kartu tani di Jawa Tengah, akan segera dilakukan. Pada tahap awal, pendataan dilakukan dengan sampel di beberapa wilayah. Gubernur Jawa Tengah, H Ganjar Pranowo SH, menyampaikan, pihaknya sudah mendapat penjelasan konsep pelaksanaan kartu tani dari konsultan yang telah ditunjuk untuk bekerja sama. Prinsipnya, konsep tersebut sudah cukup baik.
 
Bukan saja mengetahui jumlah petani, dengan konsep itu, dapat pula diketahui real time kondisi pertanian di Jawa Tengah. Sehingga, dapat dipakai untuk menganalisis pertanian dalam arti luas.
 
Penggunaan kartu tani, imbuh Ganjar, setidaknya dapat untuk memberikan jaminan pupuk bagi petani. Namun, ternyata, dengan sistem yang ada, dapat diketahui pertanian yang dijalani petani, lokasi, tergabung dalam kelompok tani apa, dan sebagainya. Termasuk, mengetahui peralihan tanam yang dilakukan petani pada masa jeda setelah bertani padi sebanyak dua kali. Misalnya, beralih menanam kedelai, kacang, jagung, atau mungkin juga tidak ditanami/ dianggurkan.
 
"Kalau saya bilang, berapa pengguna pupuk, untuk komoditas apa, mereka akan switch pada profesi apa, pada bulan apa, itu cukup untuk menganalisa selama satu tahun. Dan ini sebagai alat pengambilan kebijakan secara menyeluruh," beber dia, usai Simulasi Real Time Online System Kartu Tani, yang diselenggarakan di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (3/2).
 
Agar pendataan dapat segera dilakukan, Ganjar meminta jajarannya untuk menyusun rencana aksi yang akan dilakukan. Selanjutnya, petugas input disiapkan. Petugas input akan dibekali dengan pelatihan mengenai cara memasukkan data sesuai sistem yang digunakan. Rencananya, penyuluh akan dikerahkan untuk menginput data.
 
Uji coba akan dilakukan dengan menggunakan sampel di sejumlah wilayah, yang inline dengan desa mandiri. Tidak perlu terlalu banyak dulu. Pada tahap awal ini, input data pada 100 kelompok tani saja sudah terhitung cukup. Pendataan bisa dilakukan pada masa panen dan masa tanam kedua ini. Jadi, hasil panen mendatang sudah terdata. Begitu pula pada saat masa tanam kedua sampan masa panennya nanti. Dan pada akhir 2014, hasilnya sudah dapat dievaluasi. Selain pertanian tanaman pangan, pekebun, dan nelayan, kartu tani juga akan diperluas pada pertanian hutan rakyat. Sehingga, dapat diketahui standing stock kayu yang ada di Jawa Tengah menurut jenis, umur, maupun lokasinya.
 
"Kalau Oktober kita membahas anggaran 2015, maka politik anggaran sudah bisa kita tiupkan di situ, direplikasi lebih gedhe. Maka, saya membayangkan, kontrol kita kepada petani akan detail," kata Gubernur.
 
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Ir Tegoeh Wynarno HR, menambahkan, kartu tani tersebut juga merupakan embrio dari single identity number (SIN). Data tersebut dapat digunakan untuk menyalurkan subsidi, bantuan dari pemerintah, CSR perusahaan, dan lainnya.
 
Untuk menyusun kartu tani, diperlukan tiga hal. Yakni, brain ware yang harus disusun dari tingkat provinsi sampai level terkecil di lapangan, melalui pendekatan wilayah atau komoditas. Selain itu, ada pula hard ware, dengan sewa komputer, dan sebagainya, serta soft ware, yang sekarang ini dikerjasamakan dengan pihak konsultan yang dikoordinir oleh Untung Suwignyo.
 
Sementara itu, konsultan kartu tani, Untung Suwignyo, menjelaskan, input data dimulai pada tingkatan desa. Mengingat sistem yang digunakan masih baru, petugas input data harus mengikuti pelatihan mengenai teknis pengoperasiannya. Sistem telah dibuat dengan memperhatikan faktor keamanan, serta mengutamakan legalitas.
 
Dalam hal ini, petani yang terdata adalah mereka yang telah terverifikasi di kelompok taninya. "Secure terjamin. Data didelete oleh orang yang tidak berwenang, tidak boleh. Kalau pun mau didelete yang berwenang, harus ada dua orang. Satu orang mendelete, yang satu lagi otorisasi," tandas dia. **Humas