OJK Diminta Bantu Cegah Investasi Bodong

Jum, 17/02/2017 - 21:34 -- ully

Semarang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan menjadi pusat informasi investasi tidak hanya bagi perusahaan jasa keuangan, perbankan namun juga bagi masyarakat luas, khususnya industri keuangan kecil. Sehingga masyarakat terhindar dari investasi bodong atau abal-abal yang sudah masuk ke desa-desa.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP saat meresmikan Kantor Baru OJK Regional 3 Jawa Tengah & DIY di Jalan Kyai Saleh No 12-14 Semarang, Jumat (17/2). Menurutnya jika informasi investasi tersebut dapat diberikan secara reguler maka akan membantu pertumbuhan ekonomi di tingkat bawah.

"Betapa pentingnya informasi itu diberikan kepada masyarakat dan secara reguler. Kalau itu diberikan maka akan sangat menarik biar masyarakat tidak tersesat nantinya," katanya.

Terhadap perusahaan jasa keuangan dan perbankan, imbuh Ganjar, OJK diminta untuk terus membina dan membimbing agar industri jasa keuangan di Jawa Tengah dapat terus terkontrol dan memberikan masukan pada pertumbuhan ekonomi. Apalagi APBN maupun APBD hanya mampu memicu sepertiga dari pertumbuhan ekonomi. Sedangkan sisanya harus dipicu dari sektor selain APBN/APBD.

"Maka kita mesti mendorong untuk melakukan inovasi-inovasi, kreasi-kreasi agar ada terobosan kemudahan akses. Syukur kemurahan akses. Nah kalau sudah ada kemudahan dan kemurahan ini harapan kita kemandirian ekonomi bisa dibangun dari masyarakat dengan cara yang gampang," ujarnya.

Gubernur berharap OJK Regional 3 Jateng & DIY bisa terus mendukung program-program Pemerintah Jawa Tengah dalam memberikan kemudahan dan kemurahan akses modal bagi masyarakat khususnya industri mikro. Sehingga mereka mampu berkembang di tengah kondisi ekonomi global yang kurang baik.

"Setelah program Mitra Jateng 25 dibantu dan disupport, bahkan diberi penghargaan oleh OJK terkait kemudahan aksesnya, kita masih punya BPR/BKK yang akan dikembangkan untuk kemudahan aksesnya," pungkas Ganjar.

Reporter : Kh, Humas Jateng
Editor : Diskominfo Jateng