Maknai Pergantian Tahun Ini Sebagai Hijrah

Min, 01/01/2017 - 10:42 -- humasjtg3

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memaknai pergantian tahun 2017 ini sebagai sebagai sebuah perjalanan atau hijrah dari yang baik menjadi yang lebih baik lagi.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Dr Ir Sri Puryono KS MP saat mewakili Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko Msi pada acara pagelaran wayang kulit semalam suntuk pergantian tahun 2017 di halaman Kantor Gubernur, Sabtu (31/12) malam.

Menurutnya, dalam menjalani hidup, manusia perlu berhijrah agar tidak menjadi orang yang merugi maupun tercela. Oleh karenanya, pada tahun 2017 nanti, pihaknya dan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus mengembangkan diri dan berinovasi untuk mencapai dan bahkan melebihi target pembangunan yang telah ditentukan. Seperti target mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

Momen hijrah untuk menjadi yang lebih baik ini, imbuh Puryono, sangat sesuai dengan kondisi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang baru saja melakukan perombakan pejabat pada 30 Desember 2016 lalu, menyusul adanya SOTK baru. Dia berharap, para pejabat yang baru dilantik dapat bekerja lebih baik lagi agar capaian targetnya melebihi tahun lalu.

Puryono menambahkan, pergantian tahun 2017 ini sengaja diisi dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan menampilkan dalang Ki Entus Suswono yang juga Bupati Tegal, sebagai bentuk komitmen Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dalam melestarikan seni budaya warisan nenek moyang. Pemilihan lakon 'Ma'rifat Dewaruci' ini diharapkan dapat menjadi pemacu kinerja pemerintah, seperti seorang Bima yang patuh, taat dan loyal kepada gurunya. Bahkan apapun yang diperintahkan dapat diselesaikan dengan baik.

"Bagaimana hebatnya Bima, seorang murid yang taat, patuh dan loyal kepada gurunya diperintah apapun hasilnya menjadi bagus," ujarnya.

Dirut Bank Jateng, Supriyatno menambahkan, pagelaran wayang kulit semalam suntuk pergantian tahun 2017 yang diselenggarakan, diharapkan bisa menghibur masyarakat Semarang pada khususnya, dan masyarakat Jawa Tengah pada umumnya. Di samping itu, pagelaran wayang kulit juga sekaligus sebagai hadiah bagi para pejabat di jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang baru dilantik, agar dapat bekerja lebih baik lagi dalam melayani masyarakat. Sehingga, akan mempercepat pembangunan di Jawa Tengah, yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Pagelaran wayang kulit, imbuhnya, juga sekaligus sebagai ungkapan syukur Bank Jateng yang pada tutup tahun 2016 akan mencatatkan diri sebagai BPD dengan aset sebesar Rp 50 triliun. Aset itu menjadi aset terbesar ketiga dari BPD seluruh Indonesia.

"Kami jajaran Bank Jateng juga merasa bangga bahwa tutup tahun 2016 ini baru pertama kali ini Bank Jateng akan mencatatkan, mudah-mudahan ini berhasil, yaitu meraih aset pada level Rp 50 triliun. Mudah mudahan ini menjadi barokah bagi kita semuanya," pungkasnya. (Humas Jateng)