Lurah hingga Gubernur Ketoprakan Hibur Warga Purbalingga

Sel, 20/12/2016 - 17:32 -- a60es

Purbalingga - Kendati sempat diguyur hujan beberapa saat, ternyata tidak menjadikan suasana di Pendapa Dipakusuma Kabupaten Purbalingga, Senin (19/12) malam, sepi dan gelap. Semakin malam suasana kian semarak, riuh oleh gelak tawa dan tepuk tangan para penonton ketoprak eksekutif.

Malam itu, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP, Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM, Ketua DPRD Purbalingga Tongat SH, bersama beberapa kepala SKPD di lingkungan Pemkab Purbalingga, serta lurah, berlakon ketoprak. Kepiawaian mereka memainkan tokoh masing-masing, membuat para penonton dari berbagai komponen masyarakat terkesima dan betah duduk di depan panggung pementasan, maupun di depan dua layar LCD yang terbentang di kanan dan kiri panggung.

Sambutan penonton makin meriah saat Adipati Yudanegara yang diperankan Gubernur Ganjar Pranowo tampil dan berdialog dengan lawan mainnya. Kalimat-kalimat lucu kerap terlontar, bahkan tidak jarang orang nomor satu di Jateng itu bertingkah kocak dan saling ejek dengan tokoh Punakawan sehingga tawa penonton tak tertahankan.

Pada pagelaran seni budaya asli Jawa Tengah dengan judul " Mahawira Arsantaka" itu, para pemain sengaja diambil bukan dari kalangan seniman, melainkan para pejabat. Mulai dari lurah hingga gubernur turut tampil menyemarakan malam resepsi dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-186 tahun Kabupaten Purbalingga.

Ketoprak yang berlangsung kurang lebih dua jam itu, mengisahkan tentang sejarah perjuangan seorang putra adipati di sebuah kerajaan yang berada di lereng Gunung Slamet bagian timur. Tokoh Pangeran Arsayuda yang diperankan Bupati Purbalingga, Tasdi, itu mempunyai cita-cita mulia, yaitu memajukan kerajaan dan menyejahterakan rakyat.

Mendengar kabar tentang kepribadian Pangeran Arsayuda, Adipati Yudanegara berkeinginan menjadikannya menantu dengan menjodohkan dengan putri semata wayangnya, yaitu Putri Sekarkedaton yang diperankan Ketua Tim.Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga Erny Widyawati Tasdi.

"Putriku kui ayu, lawong tak openi tak rumat apik-apik. Awake ora lemu tapi rodo subur," ujar Adipati Yudanegara kepada Adipati Arsantaka.

Setelah bertemu dan berkenalan, dua sejoli itu merasa cocok hingga akhirnya kedua pihak keluaega sepakat meresmikan Putri Sekarkedaton dan Pangeran Arsayuda menjadi pasangan suami-istri. Sebelum merayakan pernikahan mereka, Adipati Yudanegara melakukan wisuda kepada calon menantunya menjadi Adipati Karanglewas. Wilayah tersebut kelak akan maju dan berkembang pesat di bumi Jawa Tengah bagian selatan. (Biro Humas Setda Prov Jateng)