Libur Panjang, Tol Soker Tak Dibuka

Jum, 23/12/2016 - 14:42 -- a60es

Semarang - Pada libur panjang natal dan tahun baru mendatang, jalan nasional di Jawa Tengah, dinyatakan hampir 100 persen bebas lubang. Kendati begitu, belum seluruh ruas jalan benar-benar nyaman untuk dilalui.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah Ir Bambang Nugroho K MSi menyampaikan beberapa waktu lalu pihaknya telah mengindentifikasi jalan nasional yang berlubang. Di ruas jalan Banyumas-Klampok-Banjarnegara-Wonosobo-Parakan, hingga 18 Desember lalu tercatat 1.242 lubang. Realisasi penutupan lubang hingga 22 Desember mencapai 1.165 lubang, atau masih ada sisa lubang yang tertutup sebanyak 77 lubang. Pihaknya menggerakkan empat tim untuk menutup lubang pada Jumat (23/12) ini sehingga ditargetkan pada sore harinya seluruh jalan sudah tertutup.

Pada ruas jalan nasional Karang Nongko–Purworejo–Buntu–Purwokerto–Ajibarang–Wangon sepanjang 275 kilometer, dari 387 lubang yang ada, hingga 22 Desember sudah tertutup 95 persen, dan diharapkan selesai ditutup semuanya pada Jumat (23/12) malam ini. Untuk itu pihaknya mengerahkan tujuh tim yang bertugas menutup lubang. Di ruas jalan nasional Losari–Tegal–Slawi–Pejagan dan Prupuk–Ajibarang-Wangon, dari 2.467 lubang, sudah tertutup 1.984 lubang pada 22 Desember. Kekurangannya sebanyak 483 lubang, ditargetkan tertutup pada Jumat (23/12) malam.

Keseluruhan, imbuh Bambang, kondisi jalan di seluruh wilayah Jawa Tengah, seperti di jalur utama pantira, jalur alternatif/ penghubung, jalur tengah, jalur selata, maupun jalur jalan lintas selatan (JJLS) sudah cukup baik. Hanya sebagian yang masih dalam pemeliharaan, namun bisa difungsikan untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas pada libur panjang mendatang.

“Secara umum (jalan di Jawa Tengah) bebas lubang. Tapi belum semuanya nyaman,” ungkapnya, pada Rapat Koordinasi Forkopimda mengenai Persiapan Libur Natal dan Tahun Baru, di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (23/12).

Berbeda dengan mudik Lebaran lalu, kata Bambang, pada liburan kali ini tol Bawen-Salatiga dan tol Solo-Kertosono tidak dibuka untuk umum. Pasalnya, masih ada pekerjaan yang belum terselesaikan. Sehingga pengguna jalan bisa melalui jalan utama atau jalur alternatif yang sudah ada.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Provinsi Jawa Tengah Ir Satriyo Hidayat menyampaikan arus lalu lintas selama liburan mendatang masih diramaikan dengan keberadaan truk angkutan barang. Sebab, pemerintah pusat tidak mengeluarkan larangan truk lebih dari dua sumbu melintas selama liburan, kecuali di jalan tol wilayah Jakarta sampai Brebes Timur.

“Tapi, kami membatasi truk lebih dari dua sumbu untuk melintasi jalan tol. Kami juga melakukan rekayasa lalu lintas, jika di depan truk jalanan kosong dan di belakangnya ada antrean panjang, truk akan kami pinggirkan dulu untuk mengurangi antrean di belakangnya,” bebernya.

Satriyo bersama jajarannya juga telah menginventarisasi dan menyiapkan jalur evakuasi pada titik rawan kemacetan. Untuk pengaturan lalu lintas, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dirlantas Polda Jateng dan pihak terkait lain. Saat terjadi kepadatan tinggi, akan dilakukan pembatasan U turn di pantura, khususnya di ruas jalan Brexit-Kota Pekalongan. Selain itu, juga dilakukan contra flow di ruas jalan Brebes Timur-Kaligangsa-Margadana-Simpang Maya.

“Namun, sampai sekarang belum dilakukan contra flow karena arus lalu lintas masih seperti weekend. Kami, berkoordinasi dengan Pertamina juga melakukan pemantauan bahan bakar minyak, terutama di lima SPBU kantong wilayah pantura,” kata Satriyo.

Ditambahkan, masyarakat bisa menyampaikan informasi melalui nomor 08112790123 (call/SMS/WA), maupun melalui twitter @humkominfojtg dan @ganjarpranowo. Pihaknya juga melakukan pemantauan jalur utama, alternatif, dan tol menggunakan CCTV. Informasi titik kemacetan dan jalur alternatif akan disampaikan melalui SMS broadcast, bekerja sama dengan Telkomsel. Aplikasi panic button akan diterapkan jika ada kejadian luar biasa.

Kampanye Medsos

Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono menambahkan, pihaknya siap membantu pengamanan selama libur panjang akhir tahun ini. Dia juga mengungkapkan banyaknya informasi yang beredar di media sosial yang bisa mempengaruhi kondisi di provinsi ini. Seperti, banyaknya informasi yang beredar pascapenangkapan lima tersangka pelaku sweeping di Solo yang berimbas pada pengrusakan dan penganiayaan di salah satu restoran, di mana beberapa di antaranya sudah dipelintir atau tidak sesuai yang terjadi. Informasi-informasi semacam itu mesti diwaspadai, jangan sampai memicu emosi pihak tertentu.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP meminta masyarakat tidak terpancing provokasi oleh pihak tertentu, termasuk yang menyebarkan informasi menyesatkan melalui media sosial. Dia meminta partisipasi aktif tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk ikut berbicara, memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Menurutnya, orang yang mengerti dan orang baik harus ikut bicara. Sebab kalau tidak, nanti orang yang tidak mengerti atau punya agenda lain dan negatif, seperti, misuh-misuh, maki-maki, curiga, jadinya akan negatif.

Tokoh masyarakat, tokoh agama, ikutlah kampanye di media sosial, sehingga bisa menjelaskan permasalahan-permasalahan bangsa yang dihadapi. Orang cerita masalah sweeping-lah, tidak amanlah, bagaimana cerita tokoh-tokoh tentang ajaran toleransi berkaitan dengan agama masing-masing, dari kepemimpinan masing-masing, dari tokoh yang kita anut masing-masing. Sebab kalau semua berbicara, dan yang tertulis di media sosial itu positif, kan ayem,” harap Ganjar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi mengingatkan pentingnya mengantisipasi upaya penanganan kecelakaan lalu lintas. Sebab, tingginya kepadatan di jalan raya, berpotensi terjadinya kecelakaan. Untuk itu, diperlukan kesiapsiagaan ambulans di setiap posko.

“Semoga nggak ada kecelakaan. Tapi kalau ada, paling tidak jiwa bisa diselamatkan,” tandasnya. (Biro Humas Setda Prov Jateng)