Libur Natal, Ujian Kedua Pengelolaan Transportasi

Rab, 21/12/2016 - 08:00 -- humasjtg3

Semarang - Jelang libur Natal dan tahun baru, keamanan dan ketertiban di Jawa Tengah terus ditingkatkan. Tidak terkecuali, mengantisipasi titik-titik rawan kemacetan arus lalu lintas.

"Pasar tumpah, SPBU, dan pintu keluar tol ini merupakan titik-titik yang akan menjadi pantauan utama. Termasuk mengoptimalkan patroli sepeda motor, ini sangat membantu kita karena mampu menerobos," ujar Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo saat memberikan pengarahan pada Rakor lintas sektoral di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Selasa (20/12).

Rakor bertema "Melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kita Tingkatkan Sinergitas dan Kerja Sama Dalam Rangka Pengamanan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, untuk Menciptakan Situasi Kamtibmas yang Kondusif di Wilayah Polda Jateng" itu dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Basarnas, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), sejumlah perwakilan BUMN, dan instansi terkait lain.

Gubernur berharap pada pelaksanaan pengamanan dan pemantauan, petugas dari Dinas Perhubungan, Polri, serta TNI bergabung dalam satu tim, sehingga mempermudah koordinasi, komunikasi, dan kerja sama. Tiga institusi ini harus selalu siaga, termasuk menyiapkan helikopter sebagai sarana pemantauan dari udara.

"Artinya dalam kondisi darurat dapat langsung bergerak memantau dari udara. TNI helinya banyak nanti kami izin pak Kasdam, minimal ada heli standby untuk memantau jalur rawan macet. Sehingga tidak ada lagi cerita orang sakit, lapar, dan lainnya di tengah macet," bebernya.

Menurut Ganjar, libur panjang dalam rangka perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 merupakan ujian pengelolaan transportasi yang kedua bagi Jateng. Ujian pertama ketika libur panjang perayaan Idul Adha beberapa waktu lalu. Sedangkan ujian ketiga atau grand final-nya adalah saat arus mudik dan balik Lebaran 2017.

"Alhamdulillah ujian yang pertama lancar. Nah ujian lusa kita persiapkan bareng-bareng agar semua lancar, terutama menyangkut persoalan tol. Apalagi presiden sudah memerintahkan, Lebaran 2017 meski tol belum jadi tetapi harus sudah berfungsi. Target ini akan kita percepat," tegas mantan anggota DPR RI itu.

Selain kemacetan, imbuh gubernur, tantangan yang kerap mengancam saat Natal dan Tahun Baru adalah bencana tanah longsor dan banjir. Kejadian bencana alam ini memerlukan penanganan yang cepat sehingga tim SAR dan BPBD juga harus siaga dan meningkatkam oemantauan daerah-daerah rawan bencana.

Ia menambahkan, tidak kalah pentingnya, menyangkut pengamanan masyarakat, maka lintas sektoral dan seluruh elemen hasyarakat diharapkan ikut berpartisipasi menjaga kerukunan, meningkatkan toleransi, saling menghormati, serta menjaga keberagaman.

Dalam kesempatan tersebut Ganjar mengimbau agar jangan sampai ada sweeping terhadap organisasi masyarakat atau lainnya. Apabila ada masalah dengan pihak tertentu lebih baik dikomunikasikan dengan pemerintah. Nantinya pemerintah yang akan bekerja atau berupaya menyelesaikan.

"Pancasila kita ugemi bareng, nilai-nilainya juga kita pegang. Mari kita kedepankan toleransi di antara semua. Kalau kita berikan toleransi dan tenggang rasa maka akan ada kesejukan," pintanya.

Sementara itu Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dalam sambutannya mengatakan, dalam rangka pengamanan Natal dan tahun baru, Polri akan menggelar Operasi Lilin Candi yang mulai berlangsung pada 23 Desember 2016 sampai 1 Januari 2017, dengan prioritas mengatasi ancaman, kekerasan, intoleransi, dan terorisme.

"Beberapa waktu lalu kita dihadapkan pada persoalan keberagaman, syukur-syukur di momen Natal dan tahun baru ini, kebhinekaan justru terlihat sejuk. Misalnya ormas-ormas nonnasrani atau organisasi lain ikut nenjaga gereja-gereja. Itu akan menyejukan dan mempererat NKRI," katanya. (Biro Humas Setda Prov Jateng)