Jateng Peroleh Dana Insentif Daerah Rp 950 M

Sel, 20/12/2016 - 19:09 -- humasjtg3

Semarang - Provinsi Jawa Tengah memeroleh dana insentif daerah untuk tahun anggaran 2017 dari APBN sebesar Rp 950,2 miliar. Dana insentif tersebut diberikan pemerintah pusat sebagai penghargaan karena Pemprov Jateng mampu menunjukkan kinerja yang baik.

"Kinerja diukur dari laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2015, ketepatan waktu dalam penetapan APBD 2016, kesehatan fiskal dan pengelolaan keuangan daerah serta pemberian pelayan dasar publik di bidang pendidikan, kesehatan, penyediaan air minum, dan sanitasi yang baik," kata Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah Drs Muhson MA dalam acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN Tahun Anggaran 2017, di Grhadhika Bhakti Praja, Selasa (20/12) .

Total dana insentif sebesar Rp 950,2 miliar, jelas Muhson, terdiri dari dana insentif untuk Provinsi Jateng sebesar Rp 50,2 miliar, dan untuk 22 kabupaten/ kota sebesar Rp 900,2 miliar. Penghargaan yang diberikan diharapkan dapat memacu daerah untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Muhson pun mengingatkan agar gubernur dan seluruh pengguna anggaran satuan kerja melakukan pengawasan dan pengendalian. Sehingga, amanat yang tertuang dalam DIPA dapat dilaksanakan semua. Langkah awal untuk percepatan penyerapan anggaran, imbuhnya, perlu dilakukan lebih terstruktur dari tahun sebelumnya dengan cara mempercepat pengadaan barang dan jasa.

Menanggapi permintaan percepatan itu, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menyampaikan, untuk pekerjaan infrastruktur, sudah beberapa tahun ini Pemprov Jateng memulai lelang pada Desember. Sehingga, awal tahun sudah bisa dikerjakan.

"Kita sudah sekian tahun, untuk pekerjaan infrastruktur, kita mulai lelangnya bulan ini (Desember). Sehingga tahun depan sudah mulai bekerja lebih awal. Paling-paling hanya mengatur cuaca. Maka tidak berhenti di penghujung. Seluruh dokumen kita kejar, agar kegiatan awal tahun bisa berjalan dengan baik," tuturnya.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), lanjut Ganjar, sudah mengingatkan berkali-kali agar menerapkan sistem acrual basis, membangun sistem yang tidak korup, menyesuaikan pendapatan, dan melakukan kinerja dengan baik.

"Kalau kita terbiasa menggunakan elektronik, sebenarnya ini lebih gampang. Dana transfer ke daerah, dan dana desa ini yang saya kira perlu didorong. Saya bertemu Menteri Desa (Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, kita diskusi bagaimana memudahkan ini di tingkat desa. Di Jatim, sudah ketangkap OTT orang menyelewengkan dana desa. Maka peningkatan kapasitas/ capacity building-nya yang mesti kita dorong dan dampingi agar mereka tidak bisa lagi menggunakan celah-celah, " ungkapnya.

Sebagai informasi, terdapat 20 kementerian/ lembaga di Provinsi Jateng yang menerima DIPA Tahun Anggaran 2017. Kementerian/ lembaga itu adalah Kodam IV/ Diponegoro dengan 22 DIPA (Rp 3,34 triliun), Polda Jateng 60 DIPA (Rp 4,32 triliun), Kanwil Direktorat Bea dan Cukai Jateng dan DIY sembilan DIPA (Rp 137,52 miliar), Perwakilan BPK RI Jateng dua DIPA (Rp 46,2 miliar), Kanwil Hukum dan HAM Jateng 74 DIPA (Rp 358,23 miliar), dan Bappeda Jateng satu DIPA (Rp 915 juta). Selanjutnya adalah Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura enam DIPA (Rp 338,2 miliar), Dinas Bina Marga satu DIPA (Rp 155,8 miliar), Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa satu DIPA (Rp 122,5 miliar), Dinas Kesehatan enam DIPA (Rp 82,2 miliar), Undip satu DIPA (Rp 258,6 miliar), RSUP dr Kariadi satu DIPA (Rp 1,136 triliun), Kanwil Kementerian Agama 470 DIPA (Rp 6,55 triliun), dan TVRI Jateng satu DIPA (Rp 23,3 miliar).

Kementerian/ lembaga berikutnya adalah Kanwil BPN 34 DIPA (Rp 448,4 miliar), KPU 34 DIPA (Rp 96,28 miliar), Dinas Pendidikan tiga DIPA (Rp 23, 35 miliar), Dinas Kelautan dan Perikanan tujuh DIPA (Rp 4,45 miliar), Balai Teknik Perkeretapian wilayah Jawa bagian tengah satu DIPA (Rp 1,5 triliun), dan Perwakilan BPKP satu DIPA (Rp 42,82 miliar).(Biro Humas Setda Prov Jateng)