Jamu Harus Berkembang Mengikuti Zaman

Rab, 21/12/2016 - 11:41 -- a60es

Semarang - Jamu yang merupakan warisan nenek moyang harus terus dilestarikan dan dibudayakan, agar tradisi minum jamu tidak termakan oleh perkembangan zaman. Karenanya, jamu juga mesti mampu berkembang mengikuti perkembangan zaman yang begitu pesat.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP saat membuka Grand Final Pemilihan Ratu Jamu Gendong dan Jamu Gendong Teladan 2016 di Museum Mandala Bhakti Semarang, Selasa (20/12) malam. Menurutnya banyak perusahaan jamu yang memulai mengembangkan diversifikasi produknya mulai dengan kuliner jamu-jamuan hingga permen jamu. Sehingga, inovasi tersebut perlu terus didorong dan ditingkatkan.

"Kita bisa mengembangkan dengan teknologi yang lebih modern. Saya kira perusahaan-perusahaan jamu sekarang ini mesinnya juga semakin canggih, terus kemudian orang minum jamu dan makan permen sekarang sudah tidak lagi merasakan bahwa itu jamu. Inilah yang saya maksud sebagai jamu mengikuti perkembangan zaman," katanya.

Sekarang yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan bahan baku jamu, lanjutnya. Sebab, saat ini beberapa kebutuhan bahan baku jamu di Indonesia masih belum terpenuhi. Salah satunya jahe yang ternyata masih impor dari India dan China. Oleh karenanya, perusahaan jamu dengan petani bahan baku jamu harus dipertemukan. Tujuannya, agar dapat membantu petani membudidayakan bahan baku jamu, menciptakan bibit unggul dan sekaligus melakukan pengawasan terhadap kualitas bahan baku tersebut.

"Pertemuan antara industri dengan petani yang menanam empon-empon untuk bahan baku jamu ini kita harapkan bisa memberikan spesifikasi. Maka bibit yang unggul mesti ada, cara budidaya yang baik mesti ada, dan pemerintah bisa memfasilitasi. Sehingga produk itu bisa kita produksi sendiri, bisa kita penuhi sendiri dari dalam negeri karena kalau tidak, kita impor," ujarnya.

Ganjar berharap modernisasi produk jamu ini tidak lantas membunuh jamu-jamu tradisional. Bahkan dirinya menginginkan agar jamu modern dan tradisional bisa dikolaborasikan untuk menciptakan satu inovasi. Sehingga, bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dan mampu bersaing dengan negara-negara yang saat ini mulai mengembangkan obat herbal.

Ditambahkan, dia juga sangat mengapresiasi penyelenggaraan Grand Final Pemilihan Ratu Jamu Gendong dan Jamu Gendong Teladan yang diadakan setiap dua tahun sekali oleh PT Jamu Jago. Acara tersebut dinilai sebagai bentuk apresiasi penjual jamu gendong yang tetap melestarikan budaya menjual jamu secara tradisional.

Sementara itu, Dirut PT Jamu Jago Ivana Suprana sebagai pemrakarsa menyampaikan, kegiatan yang digelar merupakan bentuk apresiasi terhadap penjual jamu gendong yang telah memperjuangkan warisan peninggalan nenek moyang. Untuk menjamin kelestarian jamu, imbuhnya, pemenang

Ratu Jamu Gendong juga akan didaulat menjadi duta jamu yang bertugas memperkenalkan jamu di kancah nasional maupun internasional.

"Tidak ada mereka, budaya minum jamu tidak akan sampai sekarang ini. Sehingga Ratu Jamu Gendong yang terpilih akan menjadi duta jamu yang akan memperkenalkan jamu dalam acara lokal maupun internasional," katanya.

Pemilihan Ratu Jamu Gendong dan Jamu Gendong Teladan 2016 ini diikuti oleh 596 orang peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Audisi dilakukan di enam daerah, yakni Jakarta, Cikampek, Cirebon, Semarang, Solo dan Bandung. Dari enam daerah tersebut dipilih tiga finalis yang akan mengikuti grand final dan memerebutkan hadiah sebesar Rp 15 juta untuk juara I, Rp 10 juta (juara II), Rp 5 juta (juara III), dan Rp 2.5 juta (juara IV). (Biro Humas Setda Prov Jateng)