IPA Gunung Tugel Siap Layani 25 Ribu Pelanggan

Sel, 20/12/2016 - 09:21 -- a60es

Banyumas – Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Gunung Tugel di Purwokerto Selatan siap melayani 25 ribu pelanggan yang tersebar di wilayah Banyumas bagian selatan. Pengelolaan IPA yang bersumber dari air Sungai Serayu tersebut, menerapkan teknologi tinggi dan modern, sehingga mampu mengubah air sungai menjadi air yang bersih, jernih, higienis, dan layak konsumsi.

“Sejak beroperasi Juli 2016 sampai sekarang jumlah pelangan mencapai 8.000 pelanggan, tersebar di beberapa wilayah di Purwokerto. Sedangkan potensinya sebanyak 25 ribu pelanggan, sehingga masih ada 17 ribu pelanggan baru yang bisa dilayani,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Satria, Agus Subali di sela-sela tinjauan Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo MIP di IPA Gunung Tugel, Senin (19/12).

Untuk menarik masyarakat berlangganan air bersih dari IPA Gunung Tugel, pihaknya telah menurunkan biaya pemasangan instalasi hingga hanya Rp 750 ribu per unit. Biaya tersebut jauh lebih rendah dari biaya normal, yakni Rp 2 juta per unit. Meski biaya telah diturunkan, namun minat masyarakat berlangganan air bersih dan higienis masih kurang.

“Sebagian besar masyarakat lebih memilih air sumur tanah daripada berlangganan air yang terjamin kebersihannya. Bahkan kalau ada pengunjung yang datang ke lokasi IPA bisa minum air ini secara langsung. Air IPA Gunung Tugel jernih, higienis, segar, dan tidak berasa,” katanya.

Kepala Satker Pengembang Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Jateng, Purwandi memaparkan, pengelolaan air dari Sungai Serayu ini dilakukan melalui tujuh tahapan, termasuk tahap pengambilan air dari Sungai Serayu (intake). Kemudian dialirkan ke sebuah tempat penampungan dari air baku atau dari intake, lalu proses koagulasi atau proses penggumpalan partikel koloid karena penambahan zat kimia.

“Dalam pengoperasian IPA Gunung Tugel, kami didukung peralatan berteknologi tinggi dan modern. Bahkan ada beberapa alat yang pertama di Indonesia diterapkan di sini. Selain itu untuk melihat kadar kekeruhan, serta proses pengolahan air juga bisa dimonitoring melalui layar komputer,” jelas Purwandi di hadapan Gubernur Ganjar saat meninjau dan mengecek proses pengelolaan air baku IPA Gunung Tugel.

Menurut dia, meskipun tingkat kekeruhan air Sungai Serayu cukup tinggi terutama saat musim hujan, tetapi air yang dihasilkan IPA Gunung Tugel tetap jernih dan layak konsumsi karena telah melalui sejumlah tahap proses pengelolaan berteknologi modern. Termasuk memenuhi syarat batas kandungan bermacam bahan kimia dan fisika.

Hasil pemeriksaan kimia pada air sampel IPA Gunung Tugel antara lain kandungan pH, sisa chlor, Fe atau besi, mangan, tembaga, amonium, dan nitrit telah memenuhi syarat. Misalnya kandungan mangan pada baku mutu air bersih maksimal 0,5, baku mutu air minum 0,4, air baku 3,17, air sedimen 0,02, air filtrasi 0,06, dan dan reservoir hanya 0,01.

Sedangkan kandungan tembaga pada baku mutu air minum 0,2. Namun pada air baku, air sedimentasi, air filtrasi, dan air reservoir sangat kecil atau hampir tidak ada sehingga tidak terdeteksi.

Seusai berkeliling melihat proses pengelolaan air bersih di Gunung Tugel, gubernur dan rombongan meninjau pembangunan talud di Desa Pajerukan-Petir, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Pembangunan talud sepanjang 430 meter, lebar 0,4 meter, dan tinggi satu meter itu menelan biaya Rp 243.125.000, dengan rincian Rp 200 juta bersumber dana dari bantuan keuangan Provinsi Jateng dan sisanya Rp 43.125.000 dari swadaya masyarakat.

Sebelum meninjau IPA Gunung Tugel dan talud di Kalibagor, dalam kunjungan kerjannya di wilayah eks-karesidenan Banyumas, gubernur berkunjung ke Rita Super Mall di Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto. Dalam kesempatan itu, mantan anggota DPR RI itu menandatangani prasasti dan meninjau perkembangan pembangunan mal yang akan diresmikan pada Kamis (22/12) lusa. (Biro Humas Setda Prov Jateng)