"Iki Kayak Nonton Kethoprak..."

Kam, 16/02/2017 - 20:49 -- ully

Semarang - Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP mendadak menjadi perhatian para mahasiswa Universitas Diponegoro saat berlangsungnya kuliah umum bersama Menteri Keuangan RI Sri Mulyani di Gedung Prof Sudarto Tembalang, Kamis (16/2) sore.

Bukan karena menjadi narasumber utama kuliah umum, tapi lantaran hadir dengan mengenakan beskap dan kain jarik lengkap dengan blangkon di kepala. Bahkan saat memberikan sambutan, gubernur juga menyampaikannya dengan bahasa Jawa.

"Iki kayak nonton ketoprak," kata Gubernur yang sontak disambut tawa para hadirin.

Dengan tampilan gubernur seperti itu para mahasiswa Undip yang hadir mengapresiasinya dengan memuji atau bahkan memfoto saat gubernur berada di atas panggung. Sebagian lainnya menganggap hal tersebut lucu dan berbeda dibanding tamu VIP lainnya.

"Lha ngene iki penting, temane APBN yang kredibel. Kanggo mahasiswa ben pinter, dirungokke tenanan, dicatet sesuk metu ujian," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam kuliah umumnya menyampaikan materi tentang APBN yang efektif dan kredibel untuk membangun negeri. Sesuai dengan tujuan nawacita Bangsa Indonesia setidaknya ada empat hal yang dibutuhkan untuk pembangunan dari sisi ekonomi.

Keempat hal tersebut adalah fundamental ekonomi Indonesia yang sehat dan tantangan pembangunan, APBN sebagai instrumen untuk mendukung pertumbuhan dan pembangunan, APBN sebagai instrumen dalam mendorong akselerasi infrastruktur, dan reformasi struktural yang mendukung akselerasi infrastruktural.

"Diperlukan sinergi antar kebijakan untuk menghadapi tantangan domestik dan global. Untuk infrastruktur di Indonesia kebutuhan pembangunannya sekarang itu bukan karena fungsinya, tapi bagaimana hal tersebut (pembangunannya) bisa terjadi dan sustainable (berkesinambungan)," katanya.

Sri Mulyani juga menyampaikan, upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia harus dilakukan dengan inklusif, dengan mendorong kemandirian masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dirinya.

"Pertumbuhan ekonomi dengan inklusif itu sekarang harus dilakukan. Tidak kemudian masyarakat diberikan duit terus-terusan, tapi diberikan kemampuan keterampilan untuk berusaha," katanya.

Dalam kuliah umum tersebut selain dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, juga dihadiri Menteri PU PR Basoeki Hadimoeljono, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rektor Undip dan segenap civitas akademika Undip.

Penulis : Hr, Humas Jateng
Editor : Diskominfo Jateng