Ganjar Pertemukan Kubu Pro dan Kontra Pembangunan Pabrik Semen Rembang

Sel, 20/12/2016 - 17:12 -- a60es

Semarang - Reaksi mengenai Rencana Pembangunan Pabrik Semen Rembang terus berlanjut, baik dari pihak yang kontra maupun pro pembangunan. Melihat hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP mempertemukan kedua kubu tersebut untuk rembugan, di Ruang Rapat Kantor Gubernur, Selasa (20/12).

Warga Desa Tegaldowo, Dwi Joko Surpriyanto dari kubu pendukung menyampaikan, keberadaan pabrik semen menguntungkan masyarakat di sekitar pabrik semen. Dia mengakui, sudah lebih dari dua tahun masyarakat di desanya seolah tak berkembang, seperti daerah lain di luar Kabupaten Rembang. Bahkan, kabupaten tersebut menempati peringkat ketiga dengan warga miskin terbanyak se-Jawa Tengah.

"Kula kepengin masyarakat Rembang berubah dadi sejahtera. Mangga dirembug. Mangga kita kawal nek niki dadi berdiri, kita awasi pabrik semen punika," ungkapnya.

Ditambahkan, sejak 1996 lalu, sudah banyak pabrik penambangan yang sudah beroperasi. Bahkan dampak penambangan tersebut tidak menguntungkan masyarakat. Dwi Joko memandang komitmen PT Semen Indonesia tidak seperti penambang lainnya. Sebab, perusahaan sudah menyatakan pembangunan pabrik diperhitungkan, agar tidak merusak lingkungan dan merugikan warga. Kesungguhan itu membuat pihaknya setuju dengan pembangunan pabrik semen.

Sementara itu, aktivis Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), Gunretno menyoroti Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono, yang pernah melakukan propaganda. Propaganda dilakukan di berbagai forum, dengan memberikan data bahwa produksi semen di Jawa Tengah kurang.

“Pak Teguh nika nate mempropaganda, menehi data-data terkait bahwa semen Jateng kuwi kurang. Selalu ngoten niku dhateng forum-forum. Nika membangun opini, seolah-olah pentingnya pabrik semen di Jawa Tengah,” katanya.

Gunretno juga tidak percaya dengan tim kecil bentukan Gubernur Ganjar Pranowo yang bekerja untuk merumuskan ketetapan SK Gubernur, tentang masa depan Semen Rembang. Dia berpendapat, tim itu hanya untuk memastikan Pabrik Semen Rembang akan tetap beroperasi.

Menanggapi adanya penilaian propaganda yang dilakukan Kepala ESDM, Ganjar balik bertanya, apakah yang disampaikan tersebut tidak terbalik. Sebab, dia melihat di media sosial, justru banyak ajakan dan gerakan penolakan pabrik Semen Rembang. Di samping itu, kunjungannya di berbagai tempat juga kerapkali disambut demo pembangunan Pabrik Semen Rembang.

“Saya suka istilah yang kontra itu, ada istilah propaganda. ESDM katanya melakukan propaganda. Nggak. Apa nggak terbalik. Karena saya melihat di media sosial justru setiap hari, ayo bergerak. Saya kemarin di UGM, ada suara-suara teriak-teriak sudah magrib, memaki-maki. Menurut saya, mbok baik-baik saja. Di Purwokerto kemarin saya datang, dihadang. Itu langsung saya turun dari mobil. Saya ajak ketemu. Dan mereka saya tunjukkan satu per satu. Semua diam. Kalau ada rekamannya boleh dibuka,” urainya saat ditanya sejumlah wartawan.

Ganjar mengatakan, pihaknya bisa merasakan apa-apa saja yang menjadi persoalan dalam pendirian pabrik Semen Rembang. Karenanya, dia berharap masalah pro dan kontra pembangunan pabrik tersebut bisa diselesaikan dengan cara berdialog, di sela-sela waktu tim kecil bekerja hingga 17 Januari nanti.

“Kalau mereka bisa berdialog, umpama pabrik semen mau menginisiasi mengundang mereka (pihak pro dan kontra) untuk bertemu, maka lebih baik. Tapi kalau mereka menghendaki dan pemerintah diminta memfasilitasi, saya fasilitasi. Silahkan saja dirembug baik-baik,” imbaunya.

Fasilitator, imbuh gubernur, diambil dari pihak yang netral. Dialog yang dilakukan, selain untuk menemukan solusi terbaik, juga sebagai sarana pembelajaran, ketika di masa mendatang ada investasi serupa.

Sing paling netral mengko dikongkon memfasilitasi. Ana forum nggo rembugan. Apike piye. Aspek lingkungan, sosial, kemasyarakatan, ekonomi. Tumrape kabeh nggo sinau, sing mengko arep ning Jateng, kira-kira nek arep, ana investasi, kene ora maju mundur. Tugase kula njamin investasi. Nek maju mundur bahaya,” jelasnya. (Biro Humas Setda Prov Jateng)